Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, mencatat kemajuan signifikan dalam upaya menurunkan angka stunting di wilayahnya. Dari sebelumnya 11 balita yang masuk kategori stunting pada tahun 2024, kini tinggal 6 anak yang masih memerlukan penanganan intensif. Penurunan ini tak lepas dari sinergi antara kader Posyandu, PKK, serta dukungan penuh dari pemerintah daerah melalui berbagai program inovatif.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras para kader Posyandu dan PKK, serta bimbingan Ketua TP PKK Kabupaten Ciamis. Kami berhasil menekan angka stunting. Dari 11 kasus, sekarang tinggal 6 anak yang masih dalam pantauan,” ujar Lurah Sindangrasa, Derry Yusman, saat kegiatan Edukasi Makan Protein Hewani, Selasa (22/4/2025).
Derry menjelaskan bahwa salah satu langkah strategis dalam penanganan stunting di wilayahnya adalah program Kekasih Hati atau Keluarga Asuh Balita Stunting. Program ini mengedepankan pendekatan langsung melalui pemberian makanan tambahan (PMT) serta edukasi kepada orang tua balita tentang pentingnya pola asuh dan asupan gizi.
“Program Kekasih Hati ini diinisiasi langsung oleh para ibu kader PKK. Pelaksanaannya dilakukan secara door to door kepada keluarga penerima manfaat. Kami tidak hanya memberikan makanan tambahan, tetapi juga edukasi pola asuh yang baik,” jelas Derry.
Ia menambahkan, selama ini bantuan dari Dinas Kesehatan melalui Puskesmas memang ada, namun jumlahnya masih terbatas. Untuk itu, inisiatif dari masyarakat sangat berperan penting dalam memperluas jangkauan penanganan.
“Harapan kami, program Kekasih Hati ini bisa berjalan berkelanjutan setiap bulan dan konsisten dalam pelaksanaannya. Ini demi masa depan anak-anak Sindangrasa yang lebih sehat dan cerdas,” pungkasnya.
Dengan langkah-langkah nyata dan keterlibatan aktif masyarakat, Kelurahan Sindangrasa membuktikan bahwa penanganan stunting bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama. (CN/Djavatoday)

