Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Kebakaran melanda kandang ayam open house di Dusun Naretel, Desa Nagarawangi, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Senin (10/8/2026) pagi. Sebagian bangunan kandang terbakar dengan kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp300 juta.
Kabid Damkar Dinas Satpol PP Ciamis Budi Rahmat mengatakan, kebakaran diketahui sekitar pukul 06.00 WIB. Api pertama kali terlihat oleh pegawai kandang yang hendak memberikan pakan ayam.
“Awalnya diketahui oleh pegawai kandang saat hendak memberikan pakan. Melihat ada api, pegawai tersebut kemudian melaporkan kejadian kepada Pos WMK Kawali untuk meminta bantuan,” kata Budi.
Mendapat laporan tersebut, petugas Damkar Pos WMK Kawali langsung bergerak menuju lokasi. Satu unit kendaraan pancar dikerahkan dengan tiga personel.
“Petugas berangkat sekitar pukul 06.24 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 06.45 WIB. Setelah sampai, petugas langsung melakukan pemadaman dan pendinginan,” ujarnya.
Kandang ayam tersebut merupakan milik Deni Subani (50), warga Dusun Naretel. Bangunan semi permanen itu memiliki luas sekitar 80 x 10 meter. Namun, bagian yang terbakar diperkirakan seluas 20 x 10 meter.
Budi menyebut kebakaran diduga berkaitan dengan penggunaan alat penghangat ayam. Api kemudian membakar sebagian bangunan kandang.
“Untuk dugaan penyebabnya berasal dari openan atau alat penghangat ayam. Bagian yang terbakar sekitar 20 x 10 meter dari keseluruhan bangunan,” jelasnya.
Petugas berjibaku memadamkan api hingga situasi dinyatakan aman. Setelah proses pemadaman, petugas melakukan pendinginan dan observasi untuk memastikan tidak ada titik api maupun bara yang masih tersisa.
“Setelah api berhasil dipadamkan, kami lakukan pendinginan dan pengecekan menyeluruh. Ini untuk memastikan tidak ada bara yang bisa kembali menimbulkan kebakaran,” tutur Budi.
Penanganan kebakaran selesai sekitar pukul 07.50 WIB. Petugas juga melakukan pendataan serta memberikan edukasi kepada pihak terkait mengenai langkah pencegahan kebakaran.
Dalam kejadian tersebut tidak ada korban meninggal dunia maupun luka-luka. Sementara kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp300 juta.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Untuk kerugian materi berdasarkan pendataan sementara diperkirakan sekitar Rp300 juta,” kata Budi.
Penanganan turut melibatkan Tagana, pihak Kecamatan Panawangan, perangkat Desa Nagarawangi, serta warga sekitar. (Ayu/CN/Djavatoday)

