Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Ada cara sederhana yang dilakukan warga untuk menikmati akhir pekan di Kecamatan Cimaragas, Kabupaten Ciamis. Mereka datang ke kawasan Jembatan Merah Jayaraksa, lalu menghabiskan waktu bermain air di Sungai Cikembang yang mengalir tepat di bawahnya.
Jembatan gantung sepanjang sekitar 42 meter itu berada di Dusun Cipeteuy, Desa Jayaraksa. Jembatan tersebut menghubungkan kawasan yang berbatasan dengan Desa Jangala.
Belakangan, kawasan ini mulai ramai didatangi warga. Bukan hanya untuk melihat atau berfoto di atas jembatan, tetapi juga menikmati suasana sungai yang masih dikelilingi pepohonan.
Pada Minggu (16/8/2026), sejumlah pengunjung terlihat turun ke Sungai Cikembang. Ada yang bermain air, sementara sebagian lainnya memilih duduk santai di pinggir sungai. Beberapa keluarga bahkan membawa makanan dan menggelar makan bersama di tepian sungai.
Pemilik warung di sekitar lokasi, Epon, mengatakan keberadaan Jembatan Merah Jayaraksa perlahan membuat kawasan tersebut semakin dikenal warga.
“Desa Jayaraksa ini merupakan desa pemekaran dari Desa Beber,” kata Epon.
Menurut dia, kondisi alam menjadi daya tarik tersendiri. Air sungai yang relatif jernih membuat pengunjung betah berlama-lama, terlebih suasana di sekitarnya masih terasa alami.
Meningkatnya kunjungan juga dirasakan oleh warga yang mengelola parkir di sekitar jembatan. Epul mengatakan jumlah kendaraan biasanya bertambah ketika memasuki akhir pekan atau hari libur.
“Kalau hari libur ramai, parkir sampai tidak muat,” ujar Epul.
Pada Minggu siang, dia memperkirakan sekitar 50 orang sudah datang ke kawasan tersebut. Jumlah pengunjung masih memungkinkan bertambah hingga sore hari.
Melihat potensi tersebut, Epul berharap ada kegiatan yang bisa digelar secara rutin di sekitar Jembatan Merah Jayaraksa. Salah satu yang menurutnya bisa dilakukan adalah jalan sehat dengan melibatkan masyarakat.
Menurutnya, kegiatan semacam itu dapat membuat kawasan jembatan semakin hidup sekaligus memberi kesempatan bagi warga sekitar untuk ikut mengambil manfaat ekonomi.
Daya tarik Jembatan Merah Jayaraksa juga mulai menyebar dari unggahan di media sosial. Salah seorang pengunjung asal Cidolog, Kecamatan Cimaragas, Ajim, mengaku datang karena penasaran setelah melihat kawasan tersebut di media sosial.
Ia sebelumnya tidak mengetahui keberadaan jembatan tersebut. Namun, setelah datang, pemandangan di sekitar Sungai Cikembang justru menjadi hal yang paling menarik perhatiannya.
“Sangat kagum, terutama pemandangan sekitar dan air sungainya yang jernih,” kata Ajim.
Kondisi itu membuat Jembatan Merah Jayaraksa perlahan berubah fungsi. Jika awalnya menjadi sarana penghubung antarwilayah, kini kawasan tersebut mulai dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi sederhana bagi masyarakat.
Di tengah potensi tersebut, aspek keselamatan tetap perlu menjadi perhatian. Akses menuju jembatan cukup curam. Jalan yang baru selesai dibeton juga masih menyisakan pasir sehingga berpotensi licin ketika dilalui kendaraan.
Pengunjung juga diminta mematuhi sejumlah aturan yang terpasang di lokasi. Salah satunya pembatasan jumlah orang yang berada di atas jembatan secara bersamaan, yakni maksimal 20 orang.
Ada pula imbauan agar pengunjung tidak berlari, melompat maupun menggoyangkan jembatan.
Hal lain yang tak kalah penting adalah menjaga kebersihan kawasan sungai. Semakin ramai pengunjung, semakin besar pula kebutuhan pengelolaan sampah dan fasilitas pendukung agar kondisi Sungai Cikembang tetap terjaga.
Jembatan Merah Jayaraksa sendiri dibangun melalui bantuan keuangan khusus APBD Provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2025. Pembangunannya mencakup jembatan gantung dan rabat beton Jalan Cidadap.
Berdasarkan prasasti di lokasi, jembatan tersebut diresmikan pada Juni 2026 oleh Kepala Desa Jayaraksa Hj. Aan Kusmayati, S.Pd.
Kini, Jembatan Merah Jayaraksa memiliki peluang untuk berkembang menjadi destinasi wisata alam baru di Cimaragas. Dengan pengelolaan yang tepat, keberadaan jembatan dan Sungai Cikembang bukan hanya menghadirkan tempat rekreasi, tetapi juga bisa membuka peluang usaha bagi warga di sekitarnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

