Berita Ciamis (Djavatoday.com),- PSGC Ciamis terus mematangkan persiapan menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2026/2027. Setelah memulai seleksi pemain secara tertutup, manajemen kini memasuki tahapan berikutnya, yakni pemeriksaan kesehatan menyeluruh atau Medical Check Up (MCU) untuk memastikan seluruh calon pemain berada dalam kondisi terbaik.
Sebanyak 22 pemain mengikuti MCU yang digelar di Stadion Atletik Prabu Linggabuana, Ciamis, Senin (3/8/2026). Sejak pagi, para pemain bergantian menjalani berbagai tahapan pemeriksaan yang telah disiapkan tim dokter PSGC.
Tak hanya pemeriksaan fisik dasar, para pemain juga menjalani pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, tes darah, rekam jantung (EKG), pemeriksaan PO, wawancara riwayat kesehatan, hingga tes kepadatan tulang.
Beberapa wajah yang musim lalu membawa Laskar Singacala promosi ke Liga 2 kembali terlihat mengikuti pemeriksaan. Di antaranya Aldi Imron, Denia, Ganjar Kurniawan, Sidang Iskus, hingga Shandi. Sementara dari pemain baru, hadir pula sejumlah nama yang sebelumnya memperkuat Persib Bandung seperti Yandi Sofyan, Ahmad Baasith.
Ketua Tim Dokter PSGC Ciamis, Rizali Sofiyan, mengatakan pemeriksaan kesehatan menjadi tahapan penting sebelum para pemain mengikuti program latihan intensif bersama tim pelatih.
“Hari ini ada 22 pemain yang menjalani medical check up. Beberapa pemain lainnya belum bisa mengikuti karena masih dalam perjalanan menuju Ciamis. Mereka akan menjalani pemeriksaan susulan setelah bergabung dengan tim,” ujar Rizali.
Menurutnya, proses MCU musim ini dibuat lebih lengkap dibanding musim-musim sebelumnya. Selain melibatkan dokter tim PSGC, pemeriksaan juga didukung tenaga medis dari sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Ciamis.
Sebanyak lima dokter dan sekitar 20 tenaga kesehatan diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari RSUD Ciamis, RSOP Ciamis, Puskesmas Cipaku, serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Ciamis.
Rizali menjelaskan, salah satu pembaruan dalam MCU kali ini adalah adanya pemeriksaan kepadatan tulang yang dilakukan oleh dokter spesialis ortopedi.
Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengetahui kondisi tulang, persendian, dan otot pemain, sekaligus mendeteksi kemungkinan adanya cedera lama yang berpotensi mengganggu performa selama kompetisi.
“Tahun ini ada pemeriksaan tambahan berupa tes kepadatan tulang. Dengan pemeriksaan yang lebih lengkap, kami berharap kondisi setiap pemain bisa dipetakan secara lebih akurat sehingga potensi cedera dapat diketahui sejak dini,” jelasnya.
Hasil pemeriksaan nantinya akan diserahkan kepada manajemen dan tim pelatih sebagai bahan evaluasi sebelum menentukan komposisi akhir skuad.
Menurut Rizali, data medis setiap pemain akan menjadi dasar dalam menyusun porsi latihan maupun mengambil keputusan terkait kelayakan pemain mengikuti kompetisi.
“Setelah seluruh hasil pemeriksaan selesai, kami akan memberikan rekomendasi kepada manajemen dan tim pelatih mengenai kondisi kesehatan masing-masing pemain. Dari hasil itu akan diketahui siapa yang dinyatakan layak, siapa yang masih memerlukan penanganan atau pemulihan. Semua menjadi bahan pertimbangan dalam proses pembentukan skuad menghadapi Liga 2,” pungkasnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

