Rabu, Oktober 27, 2021

Indeks Perekonomian Ciamis Minus 0,14 Persen Selama Pendemi

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Penurunan indeks perekonomian di Kabupaten Ciamis selama pendemi Covid19 tidak terlalu signifikan. Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Bappeda Ciamis Nugrahawati.

Menurutnya indeks perekonomian Ciamis turun di angka (minus) -0,14 persen. Dari indeks perekonomian sebelum Covid19 yang normalnya di angka 5,3 persen.

Baca juga:

Nugrahawati menuturkan, hanya ada sepertiga Kabupaten/Kota se Jawa Barat yang nilainya masih positif pasca pendemi Covid19. Kabupaten/Kota lain bahkan mengalami penurunan indeks perekonomian hingga diangka minus tiga sampai empat.

Penurunan angka perekonomian Kabupaten Ciamis tidak signifikan karena sebagian besar penduduk Ciamis adalah petani. Dari data BPS distribusi hasil pertanian Ciamis memberikan dampak positif.

“Maka dari itu sektor pertanian harus benar-benar diutamakan. Sudah terbukti dari hasil pertanian ini tidak terpengaruh Covid19, beda dengan Kabupaten/Kota lain yang dominan Industri, mereka benar-benar terpuruk,” katanya.

Hal senada diungkapkan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Ciamis Kurniawan. Segela upaya telah dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis dalam upaya membangkitkan ekonomi masyarakat.

“Indeks penurunan ekonomi Ciamis di angka -0,14 persen. Secara keseluruhan Pertanian menjadi sektor krusial yang membantu perekonomian Ciamis tidak terlalu terpuruk,” jelasnya.

Peran Sektor Pertanian Terhadap Indeks Perekonomian Ciamis

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Ciamis Slamet Budi Wibowo menjelaskan, selama pendemi Covid19 memang sektor pertanian tidak begitu terpengaruh.

“Bahkan pada fase 2019-2020 sektor pertanian mengalami peningkatan pada komoditas utama. Yakni komoditas cabe, Jagung, Kopi dan Padi,” ungkap Budi Wibowo.

Secara keseluruhan untuk komoditas Kopi produksi tahun 2019 sebanyak 874 ton dan mengalami peningkatan di tahun 2020 sebanyak 950 ton.

Namun, terjadi penurunan pada komoditas Cabe tahun 2019 sebanyak 4.806 ton dan di tahun 2020 sebanyak 3.011 ton. Hal tersebut terjadi karena pnerapan pembatasan di wilayah, namun saat ini secara keseluruhan produksi Cabe membaik.

Produksi komoditas jagung tahun 2019 sebanyak 35.980 ton meningkat di tahun 2020 sebanyak 45.933 ton.

Kemudian untuk komoditas padi produksi pada tahun 2019 sebanyak 448.799 ton meningkat di tahun 2020 sebanyak 461.378 ton.

Budi menambahkan, geliat masyarakat untuk bertani meningkat. Termasuk bermunculan para petani milenial dari Karang Taruna di daerah pelosok Ciamis.

Selain itu munculnya petani-petani komoditas tanaman biofarmaka seperti jahe, porang dan jenis lainnya akan menjadi pendongkrak ekonomi Ciamis.

“Selain dari petani dari komoditas utama, banyak yang mulai menanam tanaman biofarmaka. Pada masa panen nanti diakhir tahun insyaalloh akan membantu mendongkrak ekonomi Ciamis,” jelasnya.

Budi Wibowo menuturkan, Ciamis merupakan wilayah agraris dengan potensi pertanian yang berlimpah. Untuk masyarakat Ciamis jangan bingung untuk bertani, karena marketnya sudah tersedia.

“Saat ini kelompok tani yang dibina DPKP Ciamis sekitar 3000 kelompok. Informasi dan akses market ataupun Buyer sudah banyak tersedia bagi para petani. Melelui sektor pertanian diharapkan dapat membantu mendongkrak Indeks Perekonomian Ciamis,” pungkasnya. (MM/Djavatoday.com)

ARTIKEL TERKAIT

BERITA TERBARU