Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menaruh harapan besar pada penguatan sektor pertanian usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pertanian 2026 di Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Senin (20/4/2026). Baginya, forum nasional tersebut menjadi momentum penting untuk memastikan arah kebijakan pertanian selaras hingga ke daerah.
Dalam forum yang mempertemukan kepala daerah se-Indonesia itu, Herdiat mencermati langsung paparan pemerintah pusat terkait strategi memperkuat ketahanan pangan nasional. Ia menilai, langkah yang disiapkan pemerintah akan sangat berdampak bagi daerah yang menjadikan pertanian sebagai tulang punggung ekonomi, termasuk Ciamis.
“Melalui Rakornas ini, kami melihat adanya keseriusan pemerintah pusat dalam memperkuat sektor pertanian. Ini tentu menjadi peluang besar bagi daerah untuk meningkatkan produksi sekaligus kesejahteraan petani,” ujar Herdiat.
Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah alokasi anggaran besar yang disiapkan pemerintah pusat. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan rencana penyaluran bantuan tanaman dan pupuk organik secara gratis dengan nilai mencapai Rp9,95 triliun dalam beberapa tahun ke depan.
Menanggapi hal itu, Herdiat menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam menyambut program tersebut. Ia menilai bantuan tersebut harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong peningkatan produktivitas pertanian di daerah.
“Kami siap mendukung penuh program pusat, terutama dalam memastikan bantuan tepat sasaran. Harapannya, petani di Ciamis bisa benar-benar merasakan manfaatnya,” katanya.
Selain bantuan bibit dan pupuk, pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk penguatan infrastruktur irigasi. Bagi Herdiat, hal ini menjadi aspek penting karena ketersediaan air masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah pertanian.
“Penguatan irigasi sangat krusial. Dengan sistem pengairan yang baik, produktivitas lahan akan meningkat dan risiko gagal panen bisa ditekan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Rakornas juga membahas berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian, seperti perubahan iklim dan kebutuhan adaptasi teknologi modern. Herdiat menilai, daerah perlu terus berinovasi agar mampu mengikuti perkembangan tersebut.
Ia pun menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sektor pertanian di Ciamis melalui sinergi dengan pemerintah pusat.
“Kami berharap ada sinkronisasi kebijakan yang semakin baik ke depan. Dengan kolaborasi yang kuat, sektor pertanian bisa terus berkembang dan menjadi penopang utama kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

