Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Niat Suyati (49) untuk menuju dapur rumahnya mendadak berubah menjadi kepanikan. Warga Dusun Merejan, Desa Ratawangi, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis itu menemukan seekor ular king kobra sepanjang sekitar tiga meter bersembunyi di bawah tumpukan padi, Rabu (1/7/2026) siang.
Tak berani mengambil risiko, Suyati memilih menjauh dari lokasi dan segera menghubungi Pos WMK Banjarsari agar ular berbisa tersebut dapat dievakuasi.
Kepala Bidang Damkar Dinas Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat, mengatakan laporan diterima petugas sekitar pukul 13.54 WIB. Tim kemudian langsung bergerak menuju rumah pelapor untuk melakukan penanganan.
“Pemilik rumah melaporkan adanya seekor ular king kobra yang bersembunyi di bawah tumpukan padi di area dapur. Setelah menerima laporan, petugas Pos WMK Banjarsari langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi,” ujar Budi.
Berdasarkan keterangan pemilik rumah, ular pertama kali terlihat sekitar pukul 13.40 WIB saat Suyati hendak masuk ke dapur. Kemunculan king kobra itu membuat penghuni rumah panik karena khawatir ular keluar dari persembunyiannya dan membahayakan keluarga.
“Karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, pemilik rumah segera meminta bantuan petugas. Kami kemudian melakukan evakuasi hingga ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban,” katanya.
Petugas memastikan ular yang ditemukan merupakan king kobra (Ophiophagus hannah) dengan panjang sekitar tiga meter. Proses evakuasi berlangsung kurang lebih 30 menit dan selesai pada pukul 14.30 WIB.
“Evakuasi berjalan lancar. Ular berhasil diamankan dalam kondisi hidup dan dibawa ke pos. Dalam kejadian ini tidak ada korban luka maupun korban jiwa,” jelas Budi.
Budi mengimbau masyarakat untuk tidak mencoba menangkap ular, terutama yang berbisa, tanpa peralatan dan kemampuan yang memadai. Menurutnya, tindakan tersebut justru dapat membahayakan keselamatan.
“Kalau menemukan ular atau satwa liar yang berpotensi membahayakan, jangan mencoba menangkapnya sendiri. Segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani dengan prosedur yang aman,” pungkasnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

