Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Untuk mengurangi dampak lingkungan akibat limbah dapur, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis menggelar sosialisasi pengelolaan limbah padat organik dan cair kepada perwakilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (DPUPRP) Ciamis, pada Kamis (7/8/2025), dan diikuti oleh puluhan peserta dari dapur SPPG atau MBG (Menu Beragam Bergizi Seimbang dan Aman) se-Kabupaten Ciamis.
Kepala Bidang Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DPRKPLH Ciamis, Rini Valianti, menjelaskan bahwa limbah yang dihasilkan dapur SPPG, baik padat maupun cair, memiliki potensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.
“Limbah dapur jika tidak ditangani secara benar bisa menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan. Karena itu, kami mengedukasi para pengelola dapur agar paham cara pemilahan dan pengelolaannya,” ujar Rini.
Dalam kegiatan tersebut, pihaknya memberikan pemahaman mengenai teknik pengelolaan limbah organik, mulai dari pemanfaatan limbah makanan sebagai pakan maggot hingga pemilahan sampah padat untuk dikirim ke bank sampah.
Rini menyebutkan bahwa Kabupaten Ciamis sudah cukup baik dalam pengelolaan sampah. Kehadiran pembudidaya maggot dan sistem pemilahan sampah organik maupun anorganik yang berjalan efektif menjadi keunggulan tersendiri.
“Sampah makanan bisa dimanfaatkan sebagai pakan maggot. Sementara untuk limbah cair, kami mendorong penggunaan penjaring lemak di area pencucian untuk mengurangi pencemaran air,” jelasnya.
Menurut data yang dihimpun DPRKPLH, rata-rata satu dapur SPPG menghasilkan limbah padat sekitar 90 hingga 120 kilogram per hari. Bahkan ada yang mencapai 140 hingga 170 kilogram.
“Angka ini cukup besar. Jika tidak ada sistem pengelolaan yang baik, akan sangat membebani lingkungan,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, DPRKPLH mengundang sebanyak 31 dapur SPPG yang terdiri dari kepala dapur, kepala SPPG, dan mitra pengelola. Dari jumlah itu, sekitar 23 dapur sudah beroperasi secara aktif, sementara sisanya masih dalam tahap persiapan.
DPRKPLH berharap melalui sosialisasi ini, seluruh dapur SPPG di Ciamis mampu menjalankan operasionalnya dengan memperhatikan aspek lingkungan, khususnya dalam pengelolaan limbah secara berkelanjutan. (Ayu/CN/Djavatoday)

