Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyakit chikungunya. Saat ini, kasus chikungunya telah ditemukan di dua puskesmas, yaitu di Kecamatan Panumbangan dan Cipaku. Meski demikian, seluruh pasien telah mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Menurut Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Ciamis, Edis Herdis, chikungunya memang kerap muncul di wilayah tersebut. Namun, penyakit ini tidak berakibat fatal seperti demam berdarah dengue (DBD), yang dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani.
“Semua kasus yang terdeteksi telah ditangani dengan baik, dan seluruh pasien dinyatakan sembuh. Namun, masyarakat tetap perlu meningkatkan kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran penyakit ini,” ujar Edis pada Jumat (14/3/2025).
Sebagai langkah pencegahan, Kementerian Kesehatan telah menginstruksikan beberapa upaya, antara lain Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN3M-Plus), fogging, serta kerja sama antara tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat dalam pengendalian penyakit ini.
Gejala dan Penanganan Kasus Chikungunya
Chikungunya memiliki beberapa gejala yang perlu diwaspadai, seperti:
Demam tinggi, Nyeri sendi, Sakit kepala, Nyeri otot, Mata merah, Mual dan Ruam pada kulit.
Jika seseorang mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, seperti puskesmas, agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Edis menjelaskan bahwa gejala chikungunya umumnya berlangsung selama 7 hingga 10 hari. Namun, pada penderita dengan penyakit penyerta, durasi pemulihan bisa lebih lama. Pengobatan chikungunya lebih difokuskan pada pereda gejala, seperti pemberian vitamin dan obat untuk mengurangi nyeri. Data menunjukkan bahwa kelompok usia yang paling banyak terjangkit adalah mereka yang berusia 20 hingga 44 tahun.
Dinas Kesehatan Ciamis telah melakukan berbagai langkah dalam menanggulangi penyakit ini, termasuk penyelidikan kasus, edukasi masyarakat, serta pencatatan dan pelaporan antar-puskesmas untuk meningkatkan kewaspadaan dini dan respons cepat terhadap wabah.
Masyarakat diimbau untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah utama pencegahan. Jika ada warga yang mengalami gejala kasus chikungunya, segera laporkan ke petugas kesehatan agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat. (Ayu/CN/Djavatoday)

