Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik kayu di Dusun Sidamulya, RT 009 RW 006, Desa Cigayam, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Kamis (14/05/2026) dini hari. Peristiwa tersebut diduga dipicu korsleting listrik dan menyebabkan kerugian ditaksir mencapai Rp2 miliar.
Kabid Damkar Dinas Satpol PP Kabupaten Ciamis, Budi Rahmat, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas Pos WMK Banjarsari sekitar pukul 01.18 WIB. Petugas kemudian langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
“Begitu menerima laporan dari warga, petugas langsung menuju lokasi dan melakukan upaya pemadaman agar api tidak merembet lebih luas,” ujarnya.
Pabrik kayu milik Nurhidayat (49), warga Dusun Bulaksitu, Desa Banjaranyar itu diketahui mulai terbakar sekitar pukul 01.00 WIB. Saat kejadian, seorang penjaga pabrik bernama Nursin mendengar suara mencurigakan dari area bangunan. Setelah dicek, api sudah membakar salah satu bagian pabrik.
Melihat kobaran api semakin membesar, pelapor segera menghubungi petugas pemadam kebakaran Pos WMK Banjarsari.
Sebanyak dua unit armada pemadam diterjunkan ke lokasi, masing-masing kendaraan bernomor polisi Z 8163 T dan Z 8159 T, dengan kekuatan lima personel. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 01.41 WIB atau 23 menit setelah laporan diterima.
Menurut Budi, proses pemadaman berlangsung cukup lama karena material bangunan didominasi kayu sehingga api cepat membesar dan mudah merambat.
“Petugas melakukan pemadaman sekaligus pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. Penanganan selesai sekitar pukul 07.38 WIB,” katanya.
Akibat kebakaran tersebut, bangunan pabrik seluas sekitar 50×40 meter hangus terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian itu.
Selain melakukan pemadaman, petugas juga melaksanakan observasi, pendataan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar terkait kewaspadaan terhadap potensi kebakaran akibat instalasi listrik.
Dalam proses penanganan kebakaran, Damkar turut dibantu unsur Polsek Banjarsari, PLN, perangkat desa dan kecamatan, Tagana, Baznas, relawan, hingga masyarakat setempat. (Ayu/CN/Djavatoday)

