Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Kabupaten Ciamis kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Desa Jalatrang, Kecamatan Cipaku, berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) Zona Baru Tingkat Mabes Polri. Penghargaan diserahkan pada ajang “Malam Apresiasi Polri untuk Masyarakat” yang digelar di PTIK Jakarta, Selasa malam (22/7/2025).
Penghargaan ini diterima oleh perwakilan dari Polres Ciamis, Polda Jawa Barat, serta Kepala Desa Jalatrang. Atas pencapaian tersebut, Kapolres Ciamis, AKBP H. Hidayatullah, S.H., S.I.K., memberikan apresiasi langsung kepada Kepala Desa Jalatrang Dadi Haryadi dan Bhabinkamtibmas Aiptu Agus Hendra pada Kamis (24/7/2025).
“Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara masyarakat dan kepolisian dapat mendukung ketahanan pangan secara nyata,” ujar Kapolres.
Kepala Desa Jalatrang, Dadi Haryadi, menyebut prestasi ini merupakan hasil kerja keras kolektif masyarakat yang secara konsisten memanfaatkan lahan pekarangan mereka untuk menanam tanaman pangan.
“Sejak 2021, warga mulai aktif menanam berbagai komoditas seperti cabai, tomat, dan bawang di pekarangan rumah. Saat ini, sekitar 75 persen dari 1.870 rumah telah mempraktikkan hal itu,” jelasnya.
Program pemanfaatan pekarangan tersebut, kata Dadi, tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, tapi juga mendongkrak perekonomian desa. Berdasarkan estimasi survei 2021, nilai panen dari pekarangan warga mencapai sekitar Rp72 juta per bulan.
“Alhamdulillah, banyak kebutuhan dapur yang kini bisa terpenuhi dari hasil kebun sendiri, dan bahkan bisa dijual,” tambahnya.
Kasat Binmas Polres Ciamis, AKP Rahmat Komara, S.H., M.H., menyambut baik keberlanjutan program tersebut. Ia berharap pola ini dapat direplikasi di desa-desa lain sebagai solusi ketahanan pangan berbasis masyarakat.
“Pemanfaatan pekarangan bukan hanya berdampak ekonomi, tapi juga memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa,” tuturnya.
Keberhasilan Desa Jalatrang dinilai menjadi contoh inspiratif tentang bagaimana kolaborasi antara pemerintah desa, aparat kepolisian, dan warga dapat mendorong perubahan nyata. Selain menumbuhkan kemandirian pangan, gerakan ini juga menciptakan lingkungan yang lebih produktif dan berkelanjutan. (Ayu/CN/Djavatoday)

