Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Persiapan PSGC Ciamis menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2026 terus berjalan. Tak hanya fokus membentuk skuad, manajemen juga berpacu dengan waktu untuk menuntaskan pembenahan Stadion Galuh agar memenuhi standar club licensing yang menjadi syarat menggelar pertandingan.
Stadion kebanggaan warga Ciamis itu diproyeksikan tetap menjadi markas Laskar Singacala. Namun, sebelum kompetisi dimulai, masih ada sejumlah aspek yang harus disesuaikan dengan standar yang ditetapkan operator liga.
Pengurus lama Manajemen PSGC Ciamis, Erwan Darmawan, mengatakan proses pembenahan stadion masih terus dilakukan dan ditargetkan rampung sebelum kompetisi bergulir.
“Kami terus berbenah sampai menjelang kick-off. Harapannya semua persyaratan club licensing bisa dipenuhi, sehingga Stadion Galuh siap menjadi kandang PSGC di Liga 2,” ujar Erwan, Kamis (30/7/2026).
Ia mengungkapkan, hasil evaluasi menunjukkan masih ada beberapa fasilitas yang perlu ditingkatkan. Padahal sebelumnya Stadion Galuh dinilai sudah cukup layak untuk menggelar pertandingan sepak bola.
“Setelah dilakukan penilaian, ternyata masih banyak yang harus disesuaikan dengan standar kompetisi yang mengacu pada regulasi FIFA dan AFC. Mulai dari lampu stadion, tempat duduk penonton, sampai kualitas rumput lapangan semuanya masuk dalam penilaian,” jelasnya.
Menurut Erwan, persyaratan infrastruktur untuk klub peserta Liga 2 kini jauh lebih ketat. Karena itu, setiap klub harus memenuhi standar yang ditetapkan agar dapat menggunakan stadionnya sebagai kandang selama kompetisi berlangsung.
Meski begitu, ia menegaskan PSGC tidak ingin bergantung pada dispensasi apabila proses pembenahan belum selesai.
“Kami akan berusaha memenuhi semua persyaratan. Kalau ada yang belum terpenuhi tentu ada konsekuensinya. Nilai club licensing bisa berkurang, bahkan berpotensi memengaruhi poin awal saat kompetisi dimulai. Itu yang ingin kami hindari,” katanya.
Erwan menjelaskan, proses club licensing dilakukan secara bertahap. Hingga saat ini PSGC telah melewati tahapan awal sehingga belum terkena pengurangan poin.
“Tahap pertama sudah kami lewati, jadi posisi PSGC masih nol poin. Ada klub lain yang bahkan sudah mendapat pengurangan hingga empat poin. Kalau nanti pada tahapan berikutnya masih ada syarat yang tidak terpenuhi, bukan tidak mungkin posisi nol itu berubah menjadi minus,” ungkapnya.
Karena itu, manajemen terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis dan seluruh pihak terkait agar pembenahan Stadion Galuh dapat selesai tepat waktu. Targetnya bukan hanya lolos verifikasi, tetapi juga menghadirkan stadion yang nyaman, aman, dan memenuhi standar untuk menjadi kandang PSGC sepanjang mengarungi Liga 2 musim 2026. (Ayu/CN/Djavatoday)

