Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Aliran sungai di Ciamis akan menjadi saksi sebuah gerakan bersama. Bukan sekadar peringatan, Hari Pers Nasional (HPN) 2026 direncanakan diisi dengan aksi nyata yang menyentuh langsung lingkungan dan masyarakat.
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Ciamis tengah menyiapkan kegiatan Bersih Sungai yang akan digelar pada Minggu, 26 April 2026. Dalam kegiatan itu, ratusan peserta dijadwalkan turun ke sungai, membersihkan sampah, sekaligus menebar sekitar 150 ribu benih ikan.
Ketua PWI Ciamis, Anthika Asmara, mengatakan kegiatan ini sengaja dirancang agar peringatan HPN tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memberi dampak langsung.
“Melalui momentum HPN ini, kami ingin menunjukkan bahwa pers tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat dengan aksi nyata, salah satunya melalui kegiatan bersih sungai,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Sejak pagi hari, rangkaian kegiatan akan dimulai di Pendopo Bupati Ciamis. Suasana kebersamaan akan dibuka dengan sarapan bersama, lalu dilanjutkan dengan santunan kepada 100 marbot masjid.
Dari pendopo, peserta akan bergerak menuju kawasan Cileueur. Di sana, mereka akan menyusuri aliran sungai, memungut sampah, dan menebar benih ikan di area Cileueur River Walk. Aksi ini diharapkan mampu menghidupkan kembali ekosistem sungai sekaligus menumbuhkan kesadaran warga untuk menjaganya.
Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, Irfan Hakim, Panji Petualang, Anjar Asmara, hingga figur yang dikenal sebagai Bos Koi. Kehadiran mereka diharapkan bisa menarik perhatian publik sekaligus menggerakkan partisipasi masyarakat.
Anthika menilai, kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci dalam upaya menjaga lingkungan.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi contoh dan menginspirasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi sungai. Kolaborasi antara pemerintah, pers, dan tokoh publik menjadi kekuatan besar untuk menciptakan perubahan positif,” katanya.
Rangkaian kegiatan akan ditutup di kawasan Sukamantri. Lebih dari sekadar agenda tahunan, aksi ini diharapkan menjadi awal dari gerakan berkelanjutan, menjaga sungai bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan kepedulian bersama. (Ayu/CN/Djavatoday)

