Cegah Perdagangan Orang, Jabar Targetkan 27 Daerah Bentuk Gugus Tugas TPPO

Djavatoday.com, Jakarta – Sebagai upaya pencegahan terjadinya human trafficking di Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menargetkan 27 kabupaten/kota di Jabar memiliki Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) pada 2021. 

Saat ini, baru 15 kabupaten/kota yang sudah membentuk Gugus Tugas TPPO. Pembentukan Gugus Tugas TPPO dinilai penting sebagai upaya pencegahan dan penanganan korban perdagangan orang. 

“Saya targetkan 12 kabupaten/kota lainnya segera membentuk Gugus Tugas TPPO,” kata Kang Emil sapaan Ridwan Kamil dalam Rakor Penanganan TPPO secara virtual dari Grand Hyatt Jakarta, Rabu (28/4/2021). 

Kang Emil menuturkan, berdasarkan bukti empiris, perempuan dan anak adalah kelompok yang paling banyak menjadi korban TPPO. Tindakan ini telah meluas dalam bentuk jaringan kejahatan yang terorganisir maupun tidak.

“TPPO terhadap perempuan dan anak merupakan fenomena sosial dan menjadi permasalahan serius yang dihadapi pemerintah provinsi mengingat jumlah penduduknya terbesar se-Indonesia,” ucapnya.

Kang Emil menuturkan, ketidakseimbangan relasi gender atau peran antara perempuan dan laki-laki dalam pembangunan, hingga kini masih belum sepenuhnya terwujud. Hal tersebut disebabkan masih kuatnya nilai-nilai sosial budaya yang bersifat patriarki yang menempatkan laki-laki lebih tinggi dari perempuan baik di lingkup domestik maupun publik.

“Dampak ketimpangan relasi kekuasaan itu mengakibatkan terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak,” katanya.

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar menyebut, kasus TPPO di Jabar dalam kurun waktu tahun 2015-2021 yakni 29 kasus (2015), 30 kasus (2016), 51 kasus (2017), 17 kasus (2018), 13 kasus (2019), 10 kasus (2021) dan 12 kasus (sampai Maret 2021). 

Upaya pencegahan dan penanganan korban TPPO terhadap perempuan dan anak telah dilakukan Pemda Provinsi Jabar dengan membentuk Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO sebagai task force atau lembaga koordinatif dengan diterbitkannya Keputusan Gubernur Nomor 467/KEP.402-YANBANGSOS/2019.

“Tugas utama gugus tugas ini adalah melakukan upaya preventif, penegakan hukum, kuratif dan rehabilitatif korban TPPO,” ucap Kang Emil.   *ArifinAT/Djavatoday.com

Tak Sekadar Modal Berani, Begini Cara Petugas Damkar Ciamis Belajar Evakuasi Ular

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Menghadapi ular berbisa seperti king kobra membutuhkan lebih dari sekadar keberanian. Petugas harus memahami karakter ular, membaca gerakannya, hingga menentukan teknik...

Wakapolres Ciamis Jadi Pembina Upacara di SMAN 3, Ingatkan Pelajar Jauhi Narkoba dan Judi Online

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Polres Ciamis mengingatkan para pelajar agar disiplin, taat hukum, dan menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan. Pesan tersebut disampaikan...

Polres Ciamis Gelar Apel Siaga, Antisipasi Penyampaian Aspirasi Masyarakat

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Polres Ciamis menggelar apel siaga untuk mengantisipasi perkembangan aspirasi masyarakat dan potensi penyampaian pendapat di muka umum. Kegiatan ini menjadi bagian...

Pemkab Ciamis Usulkan Perubahan Perda Kawasan Tanpa Rokok

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Pemerintah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengusulkan perubahan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan kebijakan daerah...

Terbaru