Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Usia muda tidak menghalangi Irfan Naufal untuk terjun ke dunia bisnis kemaritiman. Pemuda berusia 25 tahun asal Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, itu memilih mengembangkan usaha yang masih sejalan dengan latar belakang pendidikannya.
Naufal merupakan lulusan akademi maritim. Berbekal ilmu yang diperolehnya selama menempuh pendidikan, ia kemudian memutuskan membangun usaha di bidang shiping agency dan kepelabuhanan.
Langkah tersebut diwujudkan dengan mendirikan PT Asra Adijaya Samudera. Dalam perusahaan itu, Naufal dipercaya sebagai Direktur Utama.
Keputusan Naufal terjun ke bisnis kemaritiman juga tidak lepas dari peran sang ayah, H. Asep Rahmat. Sang ayah sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Akademi Maritim Suaka Bahari Cirebon dan cukup memahami dunia kepelabuhanan serta keagenan kapal.
Menurut Naufal, bisnis kemaritiman memiliki peluang yang cukup terbuka. Setelah melakukan survei dan menganalisis sejumlah daerah, ia bersama tim akhirnya memilih Weda, Maluku Utara, sebagai salah satu lokasi awal untuk mengembangkan usahanya.
“Saya melihat ada peluang yang bagus di bisnis kemaritiman, kepelabuhan, atau agency kapal ini. Bismillah, setelah survei dan menganalisa, akhirnya kami menemukan tempat pertama yakni di Weda, Maluku Utara. Di sanalah kami akan mengawali bisnis ini,” ujar Naufal saat acara tasyakuran pendirian PT Asra Adijaya Samudera di RM Mulyasari, Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Kamis (3/9/2026).
Namun, langkah perusahaan tersebut tidak berhenti di Maluku Utara. PT Asra Adijaya Samudera juga telah membuka cabang di Batam dan Morowali.
Di masing-masing wilayah tersebut, perusahaan bahkan telah memiliki partner dan klien untuk mendukung aktivitas bisnis yang dijalankan.
Bagi Naufal, ekspansi ke sejumlah wilayah merupakan bagian dari upaya membangun perusahaan agar dapat berkembang lebih besar. Ia ingin memanfaatkan peluang yang ada di sektor kemaritiman sekaligus menerapkan ilmu yang telah dipelajarinya.
Dukungan penuh juga diberikan oleh sang ayah. H. Asep Rahmat meminta putranya untuk serius mengembangkan bisnis tersebut, terutama karena bidang yang digeluti Naufal dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang luas.
Meski mendorong anaknya mengembangkan usaha hingga ke berbagai daerah, Asep berpesan agar Naufal tetap mengingat daerah asalnya.
“Silakan kembangkan bisnis sebesar-besarnya di luar, bawa hasilnya untuk membangun Ciamis, jangan lupakan Ciamis,” kata Asep.
Ia meyakini putranya mampu menjalankan bisnis keagenan kapal tersebut karena memiliki bekal pendidikan yang sesuai. Selain itu, pemahaman mengenai dunia kepelabuhanan juga telah diperoleh Naufal dari lingkungan keluarganya.
Sementara itu, Kepala Unit Pelabuhan Weda, Maluku Utara, turut menyambut baik kehadiran PT Asra Adijaya Samudera melalui sambungan video daring.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya menyambut kehadiran perusahaan asal Ciamis itu dan berharap PT Asra Adijaya Samudera dapat segera melakukan peluncuran operasionalnya di Weda.
Tasyakuran pendirian PT Asra Adijaya Samudera di Ciamis ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng. Acara tersebut kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin KH. Wawan Abdul Malik Marwan.
Dari Ciamis, Naufal kini mulai membuka langkah lebih jauh. Ia membawa bekal pendidikan, pengalaman, serta dukungan keluarga untuk menjelajahi bisnis kemaritiman yang membentang dari Jawa Barat hingga sejumlah kawasan industri dan pelabuhan di Indonesia. (Ayu/CN/Djavatoday)

