Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Di balik senyum polos seorang anak kecil, tersimpan kisah perjuangan yang menyayat hati. Alestiani Azzahra, bocah berusia 6,5 tahun asal Dusun Sudimara, Desa Panawangan, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, kini tengah berjuang melawan penyakit tumor ganas di bagian kepala.
Putri pertama pasangan Sutari (42) dan istrinya itu baru saja menjalani operasi besar di RSUD Prof. Dr. Margono Purwokerto. Meski tumor berhasil diangkat, perjuangan mereka belum berakhir. Azzahra masih harus menjalani 43 kali kemoterapi dan sejumlah pengobatan lanjutan yang membutuhkan waktu serta biaya yang tidak sedikit.
“Kami mohon bantuan dan uluran tangan dari para dermawan. Anak saya sudah divonis dokter mengidap tumor ganas di kepala. Sekarang sedang menjalani perawatan di RS Margono,” tutur Sutari dengan suara lirih, Minggu (25/10/2025).
Meski sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan yang ditanggung pemerintah, beban biaya hidup selama perawatan di rumah sakit masih menjadi persoalan besar bagi keluarga kecil ini. Sutari mengaku telah menjual seluruh barang berharga yang dimilikinya untuk memenuhi kebutuhan pengobatan sang anak.
“Alhamdulillah, untuk tempat tinggal selama di Purwokerto ada bantuan dari Yayasan Dhuafa. Tapi untuk kebutuhan sehari-hari kami benar-benar bingung. Semua barang di rumah sudah habis dijual,” ungkapnya.
Azzahra, yang kini duduk di kelas I SD Negeri 4 Panawangan, hampir setiap hari menahan rasa sakit di kepalanya. Dua bulan terakhir, ia sering meringis kesakitan dan menangis ketika penyakitnya kambuh. Meski demikian, semangat kecilnya untuk sembuh terus menyala, ditemani sang ayah yang setia mendampinginya di rumah sakit.
Sebelum ujian hidup ini datang, Sutari bekerja sebagai penjual sosis bakar keliling, berjualan dari sekolah ke sekolah atau di acara hajatan. Namun kini, ia harus meninggalkan pekerjaannya demi menjaga Azzahra selama masa perawatan di rumah sakit.
“Biasanya saya keliling jualan sosis bakar, tapi sekarang tidak bisa kerja karena harus menemani anak saya di rumah sakit,” katanya pelan.
Kepala Desa Panawangan, Majur, membenarkan kondisi warganya tersebut. Ia mengatakan bahwa pihak desa sudah berkoordinasi untuk membantu keluarga Sutari, termasuk mengajukan permohonan bantuan ke Baznas Panawangan dan Dinas Sosial Kabupaten Ciamis.
“Benar, keluarganya datang ke desa untuk meminta bantuan. Kami sedang berupaya menyalurkan bantuan melalui Baznas dan Dinsos. Kondisi ekonomi keluarga mereka memang sangat layak dibantu,” jelasnya. (Andra/CN/Djavatoday)

