Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Belasan rumah di Dusun Jamuresi, Desa Sukajaya, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah akibat pergerakan tanah yang terjadi sejak beberapa waktu lalu. Warga yang terdampak kini memilih mengungsi ke rumah kerabat demi keselamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, menjelaskan bahwa pergerakan tanah tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Rajadesa dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tanah yang labil membuat permukaan bumi bergeser dan menyebabkan retakan di sejumlah rumah penduduk.
“Laporan awal pergerakan tanah di lokasi itu masuk pada 22 Mei 2025. Saat itu kerusakannya masih ringan. Namun pada 6 November dan terakhir 11 November 2025, kerusakan bertambah parah,” ujar Ani, Rabu (12/11/2025).
Dari hasil pendataan terbaru, sebanyak 16 rumah dan satu bangunan Posyandu terdampak pergerakan tanah tersebut. Rumah-rumah yang rusak dihuni oleh 19 kepala keluarga dengan total 47 jiwa. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.
“Sebagian besar tembok dan lantai rumah mengalami retak. Karena khawatir terjadi longsoran susulan, warga memilih mengungsi sementara ke rumah sanak saudara,” tambahnya.
Ani mengungkapkan, pasca-laporan awal pada Mei lalu, Pemerintah Kabupaten Ciamis telah mengajukan permohonan kajian geologi kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM untuk menelusuri kondisi tanah di kawasan tersebut.
“Sejak awal kami sudah menyampaikan imbauan agar warga lebih waspada, terutama saat musim hujan, karena pergerakan tanah bisa terjadi kembali,” ujarnya.
Sementara itu, tim BPBD Ciamis bersama Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) serta Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi saat ini tengah melakukan sosialisasi hasil kajian geologi di lokasi kejadian.
Kegiatan tersebut turut melibatkan sejumlah instansi, di antaranya Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) serta Dinas PUPRP Ciamis.
“Personel BPBD juga masih berada di lapangan untuk memberikan pendampingan dan pemahaman kepada masyarakat terkait potensi bahaya serta langkah penanganan dampak pergerakan tanah ini,” pungkas Ani. (Ayu/CN/Djavatoday)

