Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Untuk mencegah terjadinya pohon tumbang akibat cuaca ekstrem, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis melakukan pemangkasan terhadap puluhan pohon yang dinilai membahayakan.
Kegiatan ini difokuskan di sekitar Jalan Iwa Kusumasumantri dan kawasan Islamic Center Ciamis.
Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, mengonfirmasi pihaknya telah memangkas sebanyak 29 pohon yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat dan pengguna jalan.
“Benar, pemangkasan dilakukan terhadap pohon-pohon besar yang sudah rawan tumbang. Ini bentuk antisipasi kami agar tidak terjadi insiden yang tidak diinginkan,” ujar Ani, Jumat (30/5/2025).
Proses pemangkasan tersebut berlangsung selama tiga hari dan melibatkan 17 personel BPBD dengan dukungan 11 unit mesin pemotong (senso).
Selain itu, kegiatan ini turut dibantu oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Ciamis, khususnya dalam proses pembersihan material pohon yang telah ditebang.
Ani menjelaskan, kegiatan serupa akan terus dilakukan di ruas jalan lainnya yang dianggap rawan di wilayah Kabupaten Ciamis.
“Kami juga telah mengirim surat permohonan izin kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta – Jawa Barat sejak November 2024 lalu, guna mendapatkan persetujuan penanganan pohon-pohon yang berada di pinggir jalan nasional,” jelasnya.
Alasan utama pemangkasan, lanjut Ani, adalah karena banyak pohon yang sudah berukuran besar dan condong ke badan jalan. Kondisi ini dinilai sangat berisiko, terutama saat angin kencang atau hujan deras.
“Perlu diketahui, pada tahun 2024 lalu sempat terjadi kecelakaan akibat pohon tumbang di Ciamis, yang mengakibatkan korban jiwa dari pengendara roda dua. Ini menjadi pelajaran penting untuk lebih waspada dan bertindak preventif,” ungkap Ani.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan, untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan pohon besar yang terlihat miring atau berpotensi tumbang.
“Dengan langkah ini, kami berharap bisa meminimalisir risiko dan menjaga keselamatan warga,” pungkasnya. (Ayu/AA/Djavatoday.com)

