Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Semarak bulan suci Ramadan 1447 Hijriah terasa berbeda di Alun-Alun Ciamis. Sebanyak 26 kecamatan se-Kabupaten Ciamis turut memeriahkan acara Festival Ramadan Seni Religi yang digelar Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Nusantara Jaya Ciamis selama tiga hari, 25–27 Februari 2026.
Kegiatan yang memasuki tahun kedua ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang silaturahmi dan pemersatu masyarakat melalui seni islami. Dua mata lomba yang dipertandingkan yakni qasidah etnik dan pop religi, dengan masing-masing peserta membawakan satu lagu dari lima lagu pilihan yang telah ditentukan panitia.
Ketua Pelaksana, Jenal Mudakir, mengatakan tema tahun ini adalah “Ramadan Karim Satukan Hati, Gali Potensi Raih Prestasi.” Menurutnya, peningkatan jumlah peserta dibanding tahun sebelumnya menunjukkan tingginya minat dan kecintaan masyarakat terhadap seni religi.
“Festival ini bukan sekadar lomba, tapi wadah mempererat ukhuwah islamiyah. Dari sini kita bisa melihat potensi luar biasa dari tiap kecamatan,” ujarnya.
Penilaian dilakukan secara objektif oleh dewan juri yang berasal dari pelaku seni di Kabupaten Ciamis. Hasil penilaian diumumkan langsung berdasarkan keputusan dewan juri, dengan kategori juara 1, 2, dan 3 serta juara harapan 1 di masing-masing cabang lomba.
Sementara Ketua DPD LASQI NJ Ciamis, Insan Kamil, menegaskan bahwa festival ini memiliki misi jangka panjang. Selain memeriahkan Ramadan, kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan.
“Karena kegiatan ini berkesinambungan, ke depan ada lomba tingkat provinsi bahkan nasional. Melalui festival ini kita mencari bibit terbaik dari Ciamis untuk bisa bersaing di level yang lebih tinggi,” katanya.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin setiap Ramadan dan semakin memperkuat peran seni sebagai media dakwah yang menyejukkan.
“Semoga festival ini memberikan manfaat, memperkuat nilai keimanan dan kedamaian di tengah masyarakat, serta turut membangun Ciamis yang maju dan sejahtera,” pungkasnya. (Dhia/CN/Djavatoday)

