Hari Remaja Sedunia diperingati setiap 12 Agustus. Peringatan ini menjadi momen untuk mengingatkan bahwa remaja dan anak muda memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat serta masa depan dunia.
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang begitu cepat, generasi muda menghadapi banyak tantangan. Mulai dari pendidikan, pekerjaan, kesehatan, lingkungan, hingga perkembangan teknologi. Karena itu, suara dan gagasan mereka perlu mendapat ruang.
Lantas, kapan Hari Remaja Sedunia diperingati, bagaimana sejarahnya, apa maknanya, dan bagaimana cara merayakannya?
Kapan Hari Remaja Sedunia Diperingati?
Hari Remaja Sedunia atau International Youth Day diperingati setiap 12 Agustus.
Peringatan ini ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1999 melalui Resolusi 54/120. Penetapan tersebut mengikuti rekomendasi dari World Conference of Ministers Responsible for Youth yang digelar di Lisbon, Portugal, pada 1998.
Setahun kemudian, tepatnya pada 12 Agustus 2000, Hari Remaja Sedunia untuk pertama kalinya diperingati.
Sejak saat itu, 12 Agustus menjadi kesempatan bagi berbagai negara dan organisasi untuk mengangkat persoalan yang berkaitan dengan generasi muda.
Sejarah Hari Remaja Sedunia
Penetapan Hari Remaja Sedunia tidak muncul begitu saja. Gagasannya telah dibicarakan dalam forum kepemudaan internasional sejak awal 1990-an.
Pada 1991, para pemuda yang mengikuti World Youth Forum of the United Nations System di Wina, Austria, mengusulkan adanya hari khusus untuk memperingati dan mengangkat isu kepemudaan.
Gagasan tersebut kemudian berkembang. Salah satu tonggak penting terjadi dalam konferensi para menteri yang membidangi urusan pemuda di Lisbon pada 1998.
Dalam konferensi tersebut, muncul rekomendasi agar 12 Agustus dijadikan sebagai Hari Remaja Internasional. Rekomendasi itu kemudian dibawa ke PBB hingga akhirnya disahkan pada 1999.
Sejak 2000, peringatan tersebut dilakukan setiap tahun dengan tema yang berbeda-beda sesuai persoalan dan tantangan yang dihadapi generasi muda.
Apa Makna Hari Remaja Sedunia?
Hari Remaja Sedunia bukan hanya soal membuat perayaan atau kegiatan seremonial. Ada pesan yang lebih besar di balik tanggal 12 Agustus.
Peringatan ini menjadi kesempatan untuk memberikan perhatian terhadap persoalan yang dihadapi anak muda sekaligus menunjukkan kontribusi mereka dalam kehidupan masyarakat.
Remaja dan anak muda juga bukan sekadar kelompok yang menerima keputusan. Mereka memiliki kemampuan untuk menjadi bagian dari proses perubahan.
Ide, kreativitas, keberanian, dan kemampuan beradaptasi yang dimiliki generasi muda dapat menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai perubahan.
Karena itu, Hari Remaja Sedunia bisa menjadi momentum untuk membuka ruang yang lebih luas bagi anak muda untuk menyampaikan pendapat, mengembangkan kemampuan, dan terlibat dalam kegiatan sosial.
Cara Memperingati Hari Remaja Sedunia
Memperingati Hari Remaja Sedunia tidak harus dilakukan dengan acara besar. Ada banyak kegiatan sederhana yang bisa dilakukan secara individu maupun bersama komunitas.
- Menggelar diskusi tentang remaja
Sekolah, kampus, organisasi, maupun komunitas bisa mengadakan diskusi dengan mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan anak muda.
Misalnya tentang pendidikan, pekerjaan, penggunaan media sosial, kesehatan mental, lingkungan, teknologi, hingga peluang berwirausaha.
Diskusi semacam ini bisa menjadi ruang bagi remaja untuk menyampaikan pengalaman dan gagasan mereka.
- Melakukan kegiatan sosial
Cara lain yang cukup sederhana adalah mengadakan kegiatan sosial.
Remaja dapat melakukan aksi bersih lingkungan, menggalang bantuan, mengumpulkan buku untuk anak-anak, mengajar, atau membuat kegiatan sosial lainnya.
Kegiatan tersebut membuat peringatan Hari Remaja Sedunia tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menghasilkan manfaat langsung.
- Menyalurkan kreativitas
Generasi muda identik dengan kreativitas. Kemampuan tersebut bisa disalurkan melalui berbagai kegiatan.
Misalnya membuat lomba fotografi, video pendek, menulis, musik, desain, olahraga, hingga pertunjukan seni.
Kegiatan kreatif juga dapat menjadi sarana bagi remaja untuk menyampaikan pandangan mereka mengenai berbagai persoalan di sekitar.
- Membuat konten positif
Media sosial dapat dimanfaatkan untuk memperingati Hari Remaja Sedunia.
Anak muda bisa membuat konten edukatif atau kampanye positif mengenai pendidikan, lingkungan, toleransi, kreativitas, maupun cita-cita generasi muda.
Konten tersebut dapat dibuat dalam bentuk video, foto, infografis, maupun tulisan.
- Bergabung dengan komunitas
Mengikuti komunitas juga bisa menjadi pilihan. Dari sana, remaja dapat belajar bekerja sama, berkomunikasi, membangun jaringan, dan mengembangkan kemampuan kepemimpinan.
Tidak harus komunitas besar. Kelompok kecil di lingkungan sekolah, kampus, tempat tinggal, atau komunitas hobi pun bisa menjadi ruang untuk bertumbuh.
- Belajar keterampilan baru
Peringatan Hari Remaja Sedunia juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan diri.
Remaja dapat mencoba mempelajari keterampilan baru, seperti bahasa asing, desain grafis, pemrograman, komunikasi, kewirausahaan, fotografi, atau keterampilan digital.
Keterampilan tersebut bisa menjadi bekal untuk menghadapi dunia pendidikan maupun pekerjaan di masa mendatang.
Menjadikan 12 Agustus sebagai Momentum Perubahan
Hari Remaja Sedunia pada akhirnya bukan sekadar sebuah tanggal di kalender.
Peringatan setiap 12 Agustus menjadi pengingat bahwa generasi muda perlu mendapatkan kesempatan untuk berkembang sekaligus ruang untuk terlibat dalam kehidupan masyarakat.
Perayaannya pun tidak harus meriah. Membuat karya, membantu sesama, menjaga lingkungan, mengikuti kegiatan komunitas, atau berani menyampaikan gagasan bisa menjadi bentuk peringatan yang bermakna.
Dengan cara tersebut, Hari Remaja Sedunia dapat menjadi momentum bagi generasi muda untuk terus belajar, berkarya, dan mengambil bagian dalam menciptakan perubahan. (Ayu/CN/Djavatoday)

