Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Kabupaten Pangandaran menjadi sorotan setelah adanya lonjakan kasus HIV/AIDS yang cukup signifikan pada tahun 2024.
Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran menunjukkan bahwa jumlah kasus baru mencapai 55, naik dari 42 kasus pada tahun sebelumnya. Dari angka tersebut, sebagian besar pasien adalah laki-laki (38 orang), sementara perempuan menyumbang 17 kasus lainnya.
Menurut Rina Veriany, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Pangandaran, penyebab pasti lonjakan kasus ini masih dalam proses analisis lebih lanjut.
“Saat ini, pelayanan di fasilitas kesehatan lebih berfokus pada perawatan pasien, sehingga evaluasi mendalam terhadap faktor peningkatan kasus masih terus berjalan,” ujarnya pada Kamis (27/3/2025).
Meski demikian, langkah pencegahan terus diperkuat. Dinas Kesehatan gencar mengedukasi masyarakat mengenai bahaya HIV/AIDS, memperluas akses layanan kesehatan bagi ODHA (Orang dengan HIV/AIDS), serta mengajak kelompok berisiko tinggi untuk melakukan skrining secara rutin.
Rina juga mengingatkan pentingnya menghindari perilaku yang dapat meningkatkan risiko penularan, seperti seks bebas tanpa pengaman, penggunaan narkoba suntik, dan bergonta-ganti pasangan.
“Penggunaan kondom saat berhubungan seksual bisa menjadi cara sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran virus ini,” tambahnya.
Dengan adanya lonjakan kasus HIV/AIDS, diharapkan masyarakat Pangandaran lebih peduli dan aktif dalam upaya pencegahan HIV/AIDS. Lonjakan ini menjadi peringatan bagi semua pihak agar bekerja sama dalam mengurangi penyebaran virus. Jika dilakukan bersama-sama, penyebaran HIV/AIDS dapat ditekan dan lebih banyak nyawa dapat diselamatkan. (Diana/CN/Djavatoday)

