Setiap perayaan Idul adha, masyarakat Muslim mendapatkan limpahan daging kurban, baik daging sapi maupun kambing. Namun, tidak semua orang mengetahui cara mengolah daging kurban yang benar agar hasil masakan empuk, lezat, dan tetap aman dikonsumsi. Jika salah penanganan, daging bisa alot, berbau prengus, atau bahkan mengandung bakteri berbahaya.
Berikut panduan lengkap dan mudah dipahami tentang cara mengolah daging kurban dengan baik dan benar:
Istirahatkan Daging Sebelum Dimasak
Daging segar dari hewan kurban sebaiknya tidak langsung dimasak. Setelah disembelih, daging perlu “diistirahatkan” selama 4–6 jam pada suhu ruang atau didiamkan di kulkas selama beberapa jam. Hal ini bertujuan agar otot-otot daging mengendur dan tidak keras saat dimasak.
Tips: Simpan daging dalam wadah bersih dan kering, jangan langsung dicuci untuk menghindari kontaminasi bakteri.
Pilih Teknik Masak Sesuai Jenis Daging
Berbagai bagian daging memiliki karakteristik berbeda. Untuk mendapatkan hasil maksimal, sesuaikan teknik memasak dengan bagian daging yang digunakan.
Bagian has (loin): Cocok untuk sate, tumis, atau steak karena cepat empuk.
Lalu Bagian paha atau sengkel: Lebih cocok untuk rendang atau gulai karena teksturnya lebih keras.
Bagian tulang atau iga: Cocok untuk sup atau soto.
Marinasi untuk Hilangkan Bau Prengus
Daging kambing atau sapi kadang memiliki bau khas yang tidak disukai sebagian orang. Untuk menghilangkan bau prengus, marinasi daging menggunakan bumbu alami.
Bahan marinasi efektif:
Air jeruk nipis atau lemon
Bawang putih
Jahe dan kunyit
Garam dan lada
Diamkan daging yang sudah dibumbui selama 30–60 menit sebelum dimasak.
Gunakan Teknik Memasak yang Membuat Daging Empuk
Jika daging masih terasa alot, gunakan metode memasak seperti:
Pressure cooker (panci presto): Memasak lebih cepat dan menghasilkan daging yang empuk.
Slow cooking: Merebus daging dalam api kecil dalam waktu lama, seperti pada masakan rendang atau tongseng.
Pemberian enzim alami: Gunakan nanas muda atau daun pepaya untuk mengempukkan daging. Bungkus daging dengan daun pepaya selama 30 menit sebelum dimasak.
Jaga Kebersihan saat Memasak
Kebersihan sangat penting dalam pengolahan daging kurban. Gunakan talenan dan pisau yang berbeda untuk daging mentah dan bahan lain. Pastikan daging dimasak hingga matang sempurna agar bakteri seperti E. coli dan Salmonella mati.
Menurut WHO, daging harus dimasak minimal pada suhu internal 70°C agar aman dikonsumsi.
Mengolah daging kurban memerlukan teknik dan penanganan yang tepat agar hasil masakan empuk, lezat, dan bergizi. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda bisa menyajikan hidangan kurban yang disukai seluruh anggota keluarga, sekaligus menjaga kebersihan dan keamanan pangan.
Mengolah daging kurban, cara memasak daging kurban, tips mengempukkan daging sapi, cara hilangkan bau prengus daging kambing, resep daging kurban empuk. (Ayu/CN/Djavatoday)

