5 Tips Mengatur Keuangan Agar Sejahtera di Hari Tua

Sejahtera secara finansial di hari tua tidak hanya berlaku bagi orang-orang kaya saja. Kondisi ini juga bisa kamu rasakan jika kamu pandai mengatur keuangan di waktu muda. 

Untuk mencapai semua itu, perlu persiapan yang matang sebelum masa pensiun tiba. Oleh karena itu terapkan kebiasaan seperti ini dari sekarang untuk perencanaan finansial yang lebih baik lagi di masa tua. Berikut ulasannya.

Baca juga : Cara Membangun Bisnis Setelah Kena PHK, Tetap Semangat!

Disiplin atur finansial

Disiplin mengatur finansial ternyata harus sudah kamu lakukan saat pertama kali mendapatkan gaji bulanan. Jangan menunggu ketika kamu sudah mempunyai tanggungan, karena uang yang kamu sisihkan akan menjadi semakin sedikit.

Disiplin atur finansial bisa kamu lakukan dengan membuat alokasi gaji bulanan. Idealnya kamu bisa memulainya dengan menyisihkan 40% untuk biaya hidup, 20% untuk cicilan, 20% untuk investasi dan tabungan, 10% untuk dana darurat, dan 10% untuk kebaikan.

Dahulukan kewajiban

Sebelum memikirkan untuk bersenang-senang setelah gajian, dahulukan untuk membayar utang atau cicilan setiap bulannya jika kamu memang mempunyai utang atau cicilan.

Hindari kebiasaan menunda-nunda untuk membayar utang, karena kemungkinan kebutuhanmu akan semakin bertambah di masa depan. Jika kebutuhan semakin bertambah, kamu akan kesulitan untuk membayar utang sehingga kondisi keuanganmu bisa memburuk.

Memiliki dana darurat

Dana darurat adalah dana yang dipersiapkan untuk menghindari pinjaman jika sewaktu-waktu terjadi emergency. Misalnya kendaraan mogok, laptop rusak, dan lain sebagainya. Kita tidak pernah tau kapan itu terjadi, namun risiko hidup memang tidak bisa dihindari.

Jika dana darurat dipersiapkan, kemungkinan kamu bisa menghindari utang. Selain itu, dana darurat bisa melindungi tabungan masa depan kamu agar kamu tetap sejahtera di hari tua.

Investasi

Investasi terdiri dari investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang. Contoh investasi jangka pendek antara lain tabungan bank, saham, deposito dll. Sedangkan investasi jangka panjang bisa berupa tanah, properti, emas, reksadana dll. 

Investasi jangka pendek bisa kamu ambil returnnya sewaktu-waktu. Sedangkan investasi jangka panjang bisa menjadi pegangan saat kamu sudah pensiun atau tidak lagi bekerja.

Memiliki tabungan pensiun

Setelah disiplin mengatur keuangan, kamu juga perlu menyiapkan dana pensiun. Dana pensiun bisa disimpan dalam bentuk tabungan rencana, asuransi, reksadana atau investasi lainnya. (Willy/Djavatoday)

Ini Dia 6 Keuntungan Menjadi Freelancer yang Bikin Banyak Mahasiswa Tertarik!

Keuntungan menjadi freelancer. Freelancer ialah seorang pekerja lepas yang tidak terikat kontrak jangka panjang dengan sebuah perusahaan. Banyak orang beranggapan bahwa menjadi freelancer adalah...

Ini Dia 5 Tips Budgeting Awal Tahun agar Keuangan Lebih Teratur!

Awal tahun acapkali menjadi momen refleksi yang seolah-olah menyerupai garis start untuk memperbaiki banyak hal, salah satunya yaitu urusan keuangan. Hampir setiap orang pasti...

Tips Memilih Perhiasan Emas Muda agar Tetap Elegan dan Bernilai Investasi

Perhiasan emas muda kian diminati masyarakat karena tampilannya yang anggun dengan harga lebih ramah di kantong dibandingkan emas tua. Warna keemasannya yang lembut membuat...

5 Tips Promosi Produk Agar Konsumen Tertarik, Bikin Usaha Kamu Makin dilirik!

Tips Promosi Produk. Sebagai seorang wirausaha atau pebisnis, memiliki produk yang bagus saja belum cukup. Produk sedemikian rupa tidak menutup kemungkinan bisa ditelan masa...

Terbaru