Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Sebanyak 714 wisudawan dan wisudawati Universitas Galuh resmi dikukuhkan dalam Wisuda ke-42 yang digelar pada Kamis (6/11/2025). Tahun ini, prosesi wisuda mengusung tema “Kepemimpinan Etis (Ethical Leadership) untuk Indonesia Emas 2045.” Tema tersebut mencerminkan komitmen Universitas Galuh dalam mencetak lulusan berkarakter, berintegritas, dan siap berkontribusi dalam pembangunan bangsa yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Rektor Universitas Galuh, Prof. Dr. Dadi, M.Si., dalam sambutannya menjelaskan bahwa kepemimpinan etis adalah katalis penting dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas. Menurutnya, kemajuan ekonomi bangsa harus berjalan seiring dengan kekuatan moral, sosial, dan tata kelola yang baik.
“Kepemimpinan etis memastikan kekuasaan digunakan untuk melayani masyarakat, bukan kepentingan pribadi. Wisudawan harus menjadi fondasi moral agar Indonesia 2045 tidak hanya kaya secara ekonomi, tapi juga kuat secara karakter,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rektor memaparkan tiga peran penting yang harus dijalankan para lulusan dalam mewujudkan kepemimpinan etis, yaitu:
- Sebagai Individu Berintegritas (The Moral Person) – membangun karakter yang jujur, menolak korupsi dan gratifikasi, serta menjadi pembelajar sepanjang hayat yang beretika.
- Sebagai Profesional yang Mendorong Budaya Etis (The Moral Manager) – menegakkan keadilan, menjunjung transparansi, dan memimpin dengan keteladanan di lingkungan kerja.
- Sebagai Agen Perubahan Sosial (The Agent of Change) – aktif memperjuangkan keadilan sosial, berpartisipasi dalam kebijakan publik, serta berperan kritis dalam dinamika sosial-politik bangsa.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Galuh, dr. Hj. Pupung Oprianti, M.Kes., menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Universitas Galuh. Ia menegaskan bahwa lembaga terus berkomitmen memperkuat tata kelola yang baik (Good University Governance) dan meningkatkan mutu layanan pendidikan.
“Wisuda ini bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab sosial yang lebih besar. Kami berharap lulusan Universitas Galuh siap menghadapi perubahan zaman dengan semangat inovatif dan etika yang kuat,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., memastikan bahwa seluruh proses pembelajaran di Universitas Galuh telah memenuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Ia juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap penyelenggaraan wisuda yang dinilai berjalan sangat baik.
“Semua lulusan Universitas Galuh dinyatakan sah secara akademik. Kami berharap Unigal bisa menjadi Kyoto University-nya Indonesia — sebagai pusat konservasi dan budaya yang terus berkembang,” katanya.
Namun, Dr. Lukman juga mengingatkan para lulusan untuk siap menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Setiap tahun, di wilayah Jawa Barat dan Banten terdapat sekitar 214 ribu wisudawan dari 421 perguruan tinggi, sementara di tingkat nasional, jumlahnya mencapai 2,3 juta lulusan dari 4.500 perguruan tinggi.
“Persaingan semakin ketat, apalagi di tengah era disrupsi teknologi dan hadirnya kecerdasan buatan (AI). Lulusan harus mampu beradaptasi dan memanfaatkan peluang untuk berinovasi,” pesannya.
Prosesi Wisuda ke-42 Universitas Galuh menjadi penanda lahirnya generasi baru intelektual muda yang tak hanya unggul secara akademik, tetapi juga beretika dan berjiwa kepemimpinan. Dengan semangat Ethical Leadership, Universitas Galuh meneguhkan perannya sebagai perguruan tinggi yang siap berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang berkarakter dan berintegritas. (CN/Djavatoday)

