Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Suasana tenang di lingkungan SMPN 2 Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, tiba-tiba berubah cemas pada Kamis (21/8/2025) pagi. Sekitar pukul 08.00 WIB, halaman sekolah yang biasanya ramai oleh aktivitas siswa menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Retakan mulai terlihat di lahan parkir, tembok penahan tebing bergetar, bahkan bangunan toilet siswa ikut terdampak.
Kondisi tersebut diduga akibat bencana pergerakan tanah yang melanda kawasan Legok Kondang, Dusun Desa Tengah, Desa Cihaurbeuti, Kecamatan Cihaurbeuti.
Di halaman sekolah, garis retakan tampak jelas memanjang di area parkir. Beberapa guru menyebut retakan itu semakin melebar meski sudah ditambal dengan aspal. Tak hanya itu, dinding toilet siswa juga mengalami keretakan, sementara tebing di belakang sekolah bergetar dan dikhawatirkan bisa runtuh sewaktu-waktu.
“Upaya sementara memang sudah dilakukan, seperti menambal dan mengaspal halaman. Namun pergerakan tanah ini masih terus berlanjut,” ungkap Ani Supiani, Kepala Pelaksana BPBD Ciamis.
Jika tak segera ditangani, pergerakan tanah tersebut berpotensi merusak fasilitas penting. Lahan parkir dan bangunan WC siswa menjadi yang paling terancam. Situasi ini tentu menimbulkan kekhawatiran, baik bagi pihak sekolah maupun orang tua murid.
BPBD Ciamis mencatat kebutuhan mendesak saat ini adalah penyediaan terpal untuk menutup atap parkiran agar air hujan tidak langsung masuk ke tanah yang sudah retak. Selain itu, pemantauan rutin terus dilakukan untuk memastikan kondisi sekolah tetap aman digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Langkah sementara seperti pemasangan terpal bisa membantu, tapi dalam jangka panjang perlu rekayasa teknis agar tanah kembali stabil,” tambah Ani.
Meski rasa was-was menyelimuti, aktivitas belajar di SMPN 2 Cihaurbeuti masih berjalan. Guru dan siswa berusaha tetap tenang, sembari berharap ada solusi yang segera datang. Suasana gotong royong pun muncul, warga sekitar ikut membantu menjaga keamanan lingkungan sekolah.
BPBD Ciamis bersama aparat setempat langsung melakukan kaji cepat di lokasi bencana. Pihak sekolah juga memasang rambu peringatan tanda bahaya, sementara laporan kejadian telah disampaikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis. (Ayu/CN/Djavatoday)

