Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Arus kendaraan di kawasan Sindangkasih tampak padat merayap. Di tengah situasi tersebut, ada pemandangan berbeda yang menarik perhatian para pemudik. Bukan hanya petugas yang sibuk mengatur lalu lintas, tetapi juga aksi sederhana yang justru membuat perjalanan terasa lebih hangat.
Kapolres Ciamis, Hidayatullah, turun langsung ke jalan. Di sela-sela mengurai kepadatan, ia bersama jajaran membagikan makanan ringan dan minuman kepada para pengendara yang melintas, baik roda dua maupun roda empat.
Aksi itu berlangsung pada Senin (23/3/2026) sore di wilayah Kecamatan Sindangkasih—salah satu titik yang kerap dipadati kendaraan saat arus mudik dan balik Lebaran. Kehadiran petugas di lapangan tak hanya memberi rasa aman, tetapi juga menghadirkan sentuhan humanis yang jarang ditemui di tengah hiruk pikuk perjalanan.
Sesekali, Kapolres menyapa pengendara, menyerahkan minuman, bahkan mengingatkan agar tetap berhati-hati. Bagi para pemudik yang sudah menempuh perjalanan jauh, perhatian kecil seperti itu terasa berarti.
“Kami ingin memastikan arus mudik berjalan lancar sekaligus menghadirkan pelayanan yang humanis. Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan bisa memberi rasa aman dan nyaman,” ujar Hidayatullah.
Tak berhenti di situ, suasana di jalan pun dibuat lebih cair. Petugas menghadirkan hiburan musik khas Sunda di tengah antrean kendaraan. Lantunan lagu tradisional yang dibawakan langsung oleh personel menjadi cara unik untuk mengusir penat para pemudik.
“Ini salah satu upaya kami menghibur masyarakat, terutama yang terjebak antrean cukup panjang. Harapannya mereka tidak stres atau mengantuk,” katanya.
Respons masyarakat pun terlihat positif. Sejumlah pengendara tampak tersenyum, bahkan ada yang ikut menikmati alunan musik sambil menunggu arus kembali bergerak.
Di balik pendekatan humanis itu, pengawasan tetap berjalan ketat. Kapolres memastikan seluruh personel siaga dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026, khususnya di titik-titik rawan kemacetan.
Ia menjelaskan, arus balik saat ini mulai mengalami peningkatan dari dua arah. Kendaraan dari barat mengalir ke timur menuju Pangandaran dan Jawa Tengah, sementara dari arah sebaliknya mengarah ke Bandung dan Jakarta.
“Secara umum arus terpantau ramai lancar. Kecepatan kendaraan rata-rata masih di kisaran 40 kilometer per jam, artinya lalu lintas tetap bergerak,” ungkapnya.
Meski demikian, kepadatan sesekali tak terhindarkan, terutama di titik pertemuan arus seperti Simpang Tiga Sindangkasih dan Simpang Tiga Cisaga. Di lokasi tersebut, kendaraan harus bergantian melaju sehingga memicu antrean.
Untuk mengantisipasi hal itu, petugas telah disiagakan guna mengurai kepadatan secara cepat.
“Kami tempatkan tim pengurai di titik rawan. Alhamdulillah, situasi sampai saat ini masih aman dan terkendali,” tambahnya.
Puncak arus balik sendiri diperkirakan terjadi pada 25 hingga 27 Maret 2026. Kepolisian pun mengimbau para pemudik agar tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
“Utamakan keselamatan, bukan kecepatan. Ingat keluarga menunggu di rumah. Mudik aman, keluarga bahagia,” tegas Hidayatullah.
Hingga kini, kondisi lalu lintas di wilayah Ciamis masih cukup terkendali sehingga belum diperlukan rekayasa seperti sistem satu arah maupun contra flow. Namun, sebagai langkah antisipasi, jalur alternatif telah disiapkan jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan kepadatan.
Pengalihan arus dapat dilakukan melalui jalur Panawangan menuju Majalengka maupun ke arah Cirebon, guna memecah konsentrasi kendaraan.
Di tengah padatnya arus balik, pendekatan yang mengedepankan sisi kemanusiaan seperti ini menjadi warna tersendiri. Bukan sekadar mengatur lalu lintas, kehadiran polisi juga menjadi teman perjalanan yang menenangkan bagi para pemudik. (Ayu/CN/Djavatoday)

