Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Membangun daerah tidak selalu harus dimulai dari program besar atau anggaran yang besar pula. Di Kabupaten Ciamis, organisasi kemasyarakatan (ormas) didorong mengambil peran dari hal-hal yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Mulai dari membersihkan lingkungan, mengembangkan kerajinan, hingga memanfaatkan lahan untuk pertanian, menjadi sejumlah ruang yang bisa digarap bersama masyarakat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis Dr H Andang Firman Triyadi mengatakan setiap organisasi memiliki kemampuan dan sumber daya yang dapat dikembangkan menjadi karya. Karena itu, ia mengajak ormas tidak hanya aktif dalam kegiatan internal, tetapi turut hadir menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.
“Yang pertama, keterlibatan semuanya. Keterlibatan karena tidak usah menggunakan modal yang besar,” kata Andang seusai Sarasehan dan Dialog Interaktif Peran Ormas dalam Mendukung Kegiatan di Ciamis di Gedung Serbaguna Kecamatan Baregbeg, Senin (28/9/2026).
Menurut Andang, kontribusi tersebut bisa dimulai dari kemampuan yang sudah dimiliki masing-masing organisasi. Tidak harus menunggu adanya modal besar untuk membuat sebuah kegiatan yang berdampak.
“Bagaimana kita punya kemampuan, ya, punya kapasitas, kita gunakan sebagai karya-karya terbaik untuk membangun Ciamis, Jawa Barat, dan Indonesia,” ujarnya.
Salah satu hal yang menjadi perhatian Andang adalah persoalan kebersihan. Menurutnya, lingkungan yang kotor tidak harus selalu menunggu program pemerintah untuk ditangani.
Ia mengajak masyarakat dan ormas bergerak bersama dari lingkungan masing-masing.
“Kalau ada di rumah ada runtah yang kotornya, sama-sama kita bersihkan,” katanya.
Andang bahkan mengusulkan adanya kegiatan kebersihan yang dilakukan secara rutin dengan melibatkan berbagai organisasi kemasyarakatan.
Salah satu gagasannya adalah menggelar kegiatan bersih-bersih pada Jumat minggu kedua setiap bulan. Dengan begitu, kepedulian terhadap kebersihan tidak berhenti sebagai imbauan, tetapi menjadi kegiatan bersama yang dilakukan secara berkala.
“Masyarakat Ciamis tiap Jumat minggu kedua melaksanakan kegiatan kebersihan,” ujarnya.
Menurut dia, kebiasaan sederhana tersebut bisa ikut menjaga lingkungan Ciamis tetap bersih dan asri.
Selain persoalan lingkungan, Andang melihat banyak potensi ekonomi yang bisa dikembangkan masyarakat. Salah satunya melalui ekonomi kreatif dan kerajinan.
Ciamis, kata dia, memiliki berbagai bahan baku yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Persoalannya tinggal bagaimana masyarakat mau mengolah dan mengembangkannya.
“Tangan kita masih kosong banyak kok. Terus kerajinan kita, bahan bakunya juga banyak. Tinggal maunya aja,” kata Andang.
Di tengah perkembangan teknologi, masyarakat juga semakin mudah mempelajari keterampilan baru. Berbagai informasi mengenai teknik membuat produk hingga pengembangannya dapat ditemukan melalui media sosial.
“Zaman sekarang teknik di TikTok juga banyak, bahan baku banyak, tinggal mau sekarang mah,” ujarnya.
Karena itu, ia mendorong masyarakat tidak menjadikan keterbatasan modal sebagai satu-satunya alasan untuk tidak memulai.
Potensi lain yang disoroti Andang adalah sektor pertanian. Menurutnya, masih ada lahan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan produktif.
“Atau mau bertani, ya banyak sekarang lahan juga ada, tinggal maunya sekarang,” katanya.
Ia menilai langkah awal tidak harus langsung berbicara mengenai seberapa besar hasil yang bisa diperoleh. Yang lebih penting adalah keberanian untuk memulai dan mengembangkan potensi yang ada.
“Jangan dulu lihat banyak, lihat luas, tetapi adalah maunya dulu,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Ciamis Dr R Yadi Tisyadi mengatakan pemerintah daerah berharap keberadaan ormas dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan.
Kesbangpol Ciamis mencatat terdapat 443 organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Ciamis. Dalam kegiatan sarasehan tersebut, sekitar 100 ormas diundang untuk mengikuti dialog mengenai peran organisasi dalam pembangunan daerah.
Yadi mengatakan jumlah tersebut merupakan potensi besar apabila organisasi kemasyarakatan dapat terus bergerak dan mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
“Harapannya mudah-mudahan ormas yang ada di Kabupaten Ciamis ini bisa terus secara aktif berpartisipasi dalam rangka memajukan Kabupaten Ciamis yang lebih baik lagi dan lebih bersih lagi,” kata Yadi.
Ruang kontribusi pun terbuka luas. Ormas dapat mengambil peran sesuai kemampuan, mulai dari persoalan sederhana di lingkungan, mengembangkan keterampilan dan kerajinan, hingga menggerakkan potensi pertanian.
Bagi pemerintah daerah, pembangunan tidak hanya berlangsung melalui program pemerintah. Ada banyak hal yang bisa tumbuh dari masyarakat ketika berbagai kelompok mau bergerak bersama dari lingkungan terdekatnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

