Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Suasana tenang usai salat Subuh di Dusun Kiaralawang, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, mendadak berubah mencekam. Asap pekat yang disertai kobaran api terlihat membumbung dari sebuah rumah warga, Sabtu (31/1/2026) pagi.
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Iwan (27), warga setempat, yang saat itu tengah berjalan pulang. Langkahnya terhenti ketika melihat api melahap rumah semipermanen milik Uju (48). Tanpa berpikir panjang, Iwan berteriak meminta pertolongan agar warga sekitar segera berdatangan dan mencegah api menjalar ke bangunan lain.
Kejadian kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 05.15 WIB. Selang beberapa menit kemudian, tepatnya pukul 05.28 WIB, laporan masuk ke Petugas Pemadam Kebakaran Pos WMK Kawali. Respons cepat pun dilakukan dengan mengerahkan satu unit mobil pancar dan satu unit tangki water supply, lengkap dengan enam personel.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 05.33 WIB dan langsung melakukan pemadaman. Namun, api terlanjur menghanguskan seluruh bagian rumah sebelum berhasil dikendalikan.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Keselamatan Dinas Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut kecepatan respons menjadi faktor penting sehingga api tidak meluas ke rumah warga lainnya.
“Alhamdulillah, waktu respons kami sekitar lima menit. Itu sangat menentukan agar kebakaran tidak merembet ke bangunan di sekitarnya,” kata Budi Rahmat saat dikonfirmasi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu oleh tungku api yang masih menyala saat digunakan untuk memasak air. Api kemudian menjalar ke material kayu di sekitar area dapur.
“Api diduga berasal dari tungku yang belum padam, lalu merambat ke kayu di sekitarnya,” jelasnya.
Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 7 x 5 meter dengan nilai kerugian ditaksir sekitar Rp100 juta. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut.
Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga menjelang siang hari. Petugas Damkar dibantu Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta warga setempat memastikan tidak ada sisa bara api. Lokasi kebakaran dinyatakan aman dan kondusif sekitar pukul 12.00 WIB.
Di akhir keterangannya, Budi Rahmat mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam-jam rawan di pagi hari.
“Kami mengingatkan warga untuk selalu memastikan sumber api atau panas benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Upaya pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan setelah kejadian,” pungkasnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

