Refleksi Kebangsaan di Pamarican Ciamis pada Peringatan Tiga Hari Nasional

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Pagi itu, halaman Kampus SMK Al-Ikhsan Pamarican tampak berbeda. Di bawah langit Desa Sukahurip yang cerah, ratusan peserta berdiri rapi mengikuti upacara yang bukan sekadar rutinitas tahunan. Senin (22/12/2025) menjadi momentum refleksi bersama bagi masyarakat Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, saat tiga peringatan nasional dirangkai dalam satu upacara khidmat: Hari Ibu ke-97, Hari Bela Negara ke-77, dan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Tahun 2025.

Deretan peserta datang dari berbagai latar belakang. Unsur Forkopimcam Pamarican hadir lengkap, mulai dari Kapolsek dan Danramil, jajaran pemerintah kecamatan, kepala UPTD, hingga para kepala desa. Tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, pendidik, aparatur sipil negara, perangkat desa, hingga siswa-siswi sekolah turut menyatu dalam barisan, seolah menegaskan bahwa peringatan ini milik semua.

Di hadapan peserta, Camat Pamarican Asep S. Kodari berdiri sebagai pembina upacara. Amanat yang disampaikannya tidak berhenti pada narasi seremonial, melainkan mengajak peserta menengok kembali sejarah dan maknanya bagi kehidupan hari ini.

Ia mengingatkan bahwa Hari Bela Negara bukan sekadar penanda tanggal, tetapi cermin dari keteguhan bangsa mempertahankan kemerdekaan. Peristiwa berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi pada 1948, di tengah Agresi Militer Belanda II, disebutnya sebagai bukti bahwa semangat bela negara mampu menjaga Republik Indonesia tetap berdiri di masa paling genting.

Nada suaranya kemudian mengalir ke konteks kekinian. Camat Asep mengajak seluruh peserta upacara menumbuhkan empati bagi saudara-saudara sebangsa di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah dilanda bencana alam. Bagi Pamarican, ketiga daerah tersebut bukan sekadar wilayah di peta, melainkan bagian penting dari sejarah perjalanan bangsa.

Dari Aceh, kata dia, bangsa ini belajar tentang keteguhan sebagai benteng Nusantara. Dari Sumatera Utara, tersimpan jejak semangat juang rakyat Medan. Sementara dari Sumatera Barat, khususnya Bukittinggi, lahir PDRI yang menjadi penopang republik di masa kritis. Sejarah itulah yang, menurutnya, mengajarkan arti solidaritas lintas wilayah dan generasi.

Semangat bela negara, lanjut Asep, harus diterjemahkan dalam tindakan nyata. Mulai dari membantu korban bencana, menjaga ruang digital dari hoaks, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, hingga berkontribusi aktif dalam pembangunan sesuai peran masing-masing. Tema Hari Bela Negara ke-77, “Teguhkan Bela Negara, untuk Indonesia Maju”, menjadi pengingat bahwa cinta tanah air hidup dalam perbuatan sehari-hari.

Upacara pagi itu juga memberi ruang khusus bagi peringatan Hari Ibu ke-97. Dengan mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”, Camat Pamarican menegaskan bahwa peran perempuan tak bisa dipinggirkan dalam pembangunan bangsa. Bagi Asep, perempuan Indonesia telah lama membuktikan diri sebagai pilar keluarga, penjaga nilai budaya, pemimpin komunitas, pelaku usaha, hingga inovator di berbagai bidang.

Ia menekankan bahwa perempuan bukan sekadar penerima manfaat pembangunan, melainkan motor utama perubahan. Momentum Hari Ibu, menurutnya, harus menjadi penguat komitmen bersama untuk terus membuka ruang partisipasi dan pemberdayaan perempuan agar Indonesia tumbuh lebih maju, inklusif, dan berkeadilan.

Tak kalah penting, peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional turut mewarnai suasana. Ajakan untuk saling peduli dan berbagi kembali digaungkan, terutama bagi masyarakat yang tengah tertimpa musibah. Kesetiakawanan sosial, kata Asep, bukan slogan kosong, melainkan aksi nyata yang bisa diwujudkan melalui bantuan sesuai kemampuan dan keikhlasan, disalurkan lewat lembaga resmi agar tepat sasaran.

Upacara tersebut ditutup dengan doa bersama. Dalam hening yang menyatukan, harapan dipanjatkan agar para korban bencana diberi kekuatan, ketabahan, dan kesempatan untuk bangkit kembali. Di Pamarican pagi itu, tiga peringatan nasional melebur menjadi satu pesan sederhana namun kuat: persatuan, kepedulian, dan peran bersama adalah fondasi Indonesia yang terus bertumbuh. (Ayu/CN/Djavatoday)

Biawak Muncul di Balik Balok Kayu, Damkar Ciamis Lakukan Evakuasi

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Seekor biawak membuat panik warga Dusun Pasar Saptu, Desa Cikoneng, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Rabu (8/4/2026). Hewan liar tersebut ditemukan bersembunyi...

Angin Kencang Terjang Purwadadi Ciamis, 26 Rumah Warga Rusak

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menerjang Desa Sidarahayu, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Selasa (7/4/2026) sore. Peristiwa yang terjadi...

Sat Samapta Polres Ciamis Asah Kesiapan Personel Lewat Latihan Dalmas

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Satuan Samapta Polres Ciamis menggelar latihan pengendalian massa (Dalmas) awal di Lapangan Apel Polres Ciamis, Selasa (7/4/2026) pagi. Kegiatan ini dilakukan...

Pemkab Ciamis dan BPS Canangkan Desa Cantik 2026, Dorong Pembangunan Berbasis Data

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mencanangkan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung...

Terbaru