Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Sebanyak 549 siswa dari 40 sekolah dasar (SD) se-Kecamatan Ciamis mengikuti Invitasi Olahraga Tradisional (Oltrad) tingkat Kecamatan Ciamis di Lapangan Cigorowong, Kelurahan Cigembor, Rabu (16/9/2026).
Sejak pagi, lapangan dipenuhi siswa yang mengenakan seragam olahraga. Mereka datang membawa berbagai perlengkapan olahraga tradisional seperti egrang, terompah panjang, dan sumpitan untuk mengikuti pertandingan.
Ketua Pelaksana Kegiatan sekaligus Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG), Yana Rustiana, mengatakan kegiatan tahunan tersebut diikuti 549 peserta yang merupakan perwakilan dari 40 SD di Kecamatan Ciamis.
“Jumlah peserta sekitar 550 orang, tepatnya 549 siswa, yang merupakan perwakilan dari 40 SD se-Kecamatan Ciamis,” ujar Yana di lokasi.
Dalam invitasi tersebut, panitia mempertandingkan lima cabang olahraga tradisional, yakni Hadang atau Gobag Sodor, Terompah Panjang, Dagongan, Sumpitan, dan Egrang.
Menurut Yana, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk mencari prestasi, tetapi juga sebagai sarana silaturahmi antarsekolah sekaligus melihat potensi dan minat siswa dalam olahraga tradisional.
“Tujuannya yang pertama tentu silaturahmi antar SD se-Kecamatan Ciamis. Selain itu, ini momen penting untuk mencari bakat dan minat peserta didik sebagai persiapan menghadapi ajang ke tingkat selanjutnya, yakni tingkat kabupaten,” jelasnya.
Para peserta yang menunjukkan kemampuan terbaik nantinya akan dipersiapkan untuk mengikuti seleksi di tingkat Kabupaten Ciamis.
Untuk menghadapi tahapan berikutnya, Yana menyebut Hadang dan Dagongan menjadi dua cabang yang diandalkan Kecamatan Ciamis.
“Insyaallah targetnya Hadang dan Dagongan yang kita jagokan, mudah-mudahan bisa lolos semuanya,” katanya.
Yana juga melihat antusiasme siswa terhadap olahraga tradisional masih tinggi, meski saat ini anak-anak semakin akrab dengan gawai dan permainan digital.
Menurutnya, olahraga seperti Gobag Sodor, egrang, dan terompah panjang masih terasa dekat dengan dunia anak-anak karena permainan tersebut sebenarnya tidak jauh berbeda dengan permainan yang biasa mereka lakukan bersama teman-temannya di lingkungan rumah.
Dari lima cabang yang dipertandingkan, Hadang atau Gobag Sodor menjadi salah satu yang paling diminati peserta.
“Anak-anak utamanya sangat antusias dengan olahraga ini, mirip seperti permainan tradisional biasa yang sering mereka lakukan sehari-hari di lingkungan rumah,” pungkas Yana. (Ayu/CN/Djavatoday)

