Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Euforia keberhasilan promosi ke Liga 2 mulai diikuti kesibukan baru di tubuh PSGC Ciamis. Klub kebanggaan masyarakat Tatar Galuh itu kini mulai bergerak menyiapkan berbagai kebutuhan untuk menghadapi kerasnya persaingan di kasta kedua sepakbola nasional musim depan.
Langkah awal yang langsung diselesaikan manajemen adalah memenuhi kewajiban dana deposit kepada operator kompetisi. Aturan baru tersebut kini menjadi syarat wajib bagi setiap klub peserta Liga 2 sebagai bentuk jaminan operasional selama kompetisi berlangsung.
CEO PSGC Ciamis, Herdiat Sunarya mengatakan regulasi Liga 2 saat ini jauh lebih ketat dibanding saat PSGC terakhir kali berlaga di kompetisi tersebut beberapa tahun lalu.
“Dulu waktu PSGC main di Liga 2 belum ada aturan deposit. Sekarang klub wajib menyiapkan dana jaminan untuk operasional,” ujar Herdiat.
Menurutnya, dana deposit itu nantinya digunakan sebagai antisipasi apabila klub mengalami kendala dalam memenuhi kewajiban pembayaran, mulai dari gaji pemain hingga kebutuhan operasional tim lainnya.
“Kalau ada keterlambatan pembayaran gaji pemain, hotel, katering, atau kebutuhan lain, operator bisa langsung memotong dari dana deposit itu,” katanya.
Herdiat memastikan kebutuhan deposit PSGC sudah aman setelah mendapat dukungan dari salah satu sponsor utama. RSOP melalui Haji dr Imam disebut siap membantu penuh untuk memenuhi syarat tersebut.
“Alhamdulillah untuk deposit sudah beres dibantu sponsor. Tinggal sekarang fokus menyiapkan operasional tim selama kompetisi,” ucapnya.
Meski demikian, Herdiat mengakui tantangan terbesar PSGC justru berada pada kebutuhan biaya selama musim berjalan. Liga 2 dinilai membutuhkan anggaran besar, terutama untuk perjalanan tandang dan kebutuhan pemain.
“Liga 2 sekarang mahal sekali. Biaya away, hotel, makan pemain, transportasi dan operasional lainnya sangat besar,” jelasnya.
Di tengah persiapan menuju Liga 2, muncul pula kabar PSGC berpeluang menjalin kerja sama dengan Persib Bandung. Komunikasi antara kedua pihak disebut sudah mulai dilakukan.
Herdiat berharap PSGC bisa menjadi tim satelit Persib tanpa kehilangan identitas klub maupun markas kebanggaan warga Ciamis.
“Mudah-mudahan Persib mau menjadikan PSGC sebagai tim satelit. Jadi sama-sama menguntungkan,” katanya.
Ia menegaskan kerja sama tersebut tidak boleh mengubah identitas PSGC sebagai klub asal Ciamis. Nama klub dan homebase tetap harus dipertahankan.
“Kami tidak mau nama PSGC hilang. Tetap harus PSGC Ciamis dan homebase tetap di Ciamis,” tegasnya.
Tak hanya soal kompetisi, Herdiat juga mendorong adanya pembinaan pemain muda dalam kerja sama tersebut. Bahkan, Persib disebut merespons positif rencana pembukaan akademi sepakbola di Ciamis.
“Insyaallah ada rencana membuka akademi sepakbola di Ciamis. Itu tentu bagus untuk perkembangan sepakbola daerah,” ungkapnya.
Kabar kemungkinan kerja sama dengan Persib pun mulai ramai diperbincangkan para Bobotoh dan masyarakat Ciamis. Banyak yang berharap PSGC mampu tampil kompetitif di Liga 2 sekaligus menjadi wadah lahirnya talenta muda sepakbola dari Tatar Galuh.
“Mohon doanya saja. Niat kami untuk kemajuan PSGC dan kemajuan Ciamis,” pungkas Herdiat. (Ayu/CN/Djavatoday)

