Pergerakan Tanah Kembali Terjadi di Payungagung Ciamis, Puluhan Rumah Rusak dan 191 Warga Mengungsi

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Panumbangan dalam beberapa hari terakhir kembali memicu bencana alam di Kabupaten Ciamis. Kali ini, pergerakan tanah melanda dua dusun di Desa Payungagung pada Senin (10/11/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Hingga kini, pergeseran tanah tersebut masih berlangsung dan terus meluas, menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan.

Kepala Desa Payungagung, Muhamad Haris Nasution, menyampaikan bahwa bencana tersebut berdampak paling parah di Dusun Limusagung dan Dusun Pamekaran. Di Dusun Limusagung, dua rumah dilaporkan rusak berat dan sedang, menimpa dua kepala keluarga dengan total enam jiwa terdampak.

Sementara di Dusun Pamekaran, dampaknya jauh lebih besar. Sebanyak 47 unit rumah terdampak—delapan rusak berat, lima rusak sedang, dan 34 rusak ringan. Akibatnya, 57 kepala keluarga atau 158 jiwa harus meninggalkan rumah mereka.

“Selain itu, ada tujuh rumah dan satu masjid yang kini terancam akibat retakan tanah yang terus melebar. Total ada 68 kepala keluarga atau 191 jiwa yang telah mengungsi ke lokasi aman. Sebagian besar memilih tinggal sementara di rumah kerabat, keluarga, atau madrasah,” ujar Haris.

Pantauan di lokasi menunjukkan, warga berupaya menyelamatkan barang-barang berharga pada siang hari dan mengungsi pada malam hari. Banyak rumah terlihat retak parah di bagian dinding, lantai bergelombang, bahkan beberapa sudah tampak miring.

Pemerintah desa bersama BPBD Ciamis segera turun tangan melakukan penanganan cepat. Sejumlah bantuan darurat berupa paket sembako dan kebutuhan dasar mulai disalurkan kepada warga terdampak. “Kami berterima kasih kepada BPBD dan semua pihak yang sudah turun membantu penanganan di lapangan,” tambah Haris.

Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, membenarkan bahwa pergerakan tanah di Payungagung disebabkan oleh curah hujan tinggi yang membuat tanah menjadi jenuh air. “Kadar air di lapisan tanah meningkat akibat hujan yang terus-menerus, sehingga kontur tanah bergeser. Kondisi ini memang sering terjadi di daerah dengan kemiringan tinggi seperti Panumbangan,” jelasnya.

BPBD mencatat, Desa Payungagung termasuk wilayah dengan riwayat bencana tanah bergerak yang cukup panjang. Peristiwa serupa pernah terjadi pada tahun 2010, 2015, 2016, 2018, dan 2024. Faktor geografis serta tingginya curah hujan menjadikan kawasan ini sangat rentan terhadap pergeseran tanah.

Hingga Rabu (12/11/2025), retakan masih terus bertambah dan pergeseran tanah belum menunjukkan tanda-tanda berhenti. Petugas BPBD bersama aparat desa terus bersiaga di lokasi untuk memantau kondisi terkini serta memastikan keselamatan warga. (Ayu/CN/Djavatoday)

Kapolres Ciamis Gelar Salat Subuh Keliling, Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar melaksanakan Salat Subuh Keliling di Masjid Agung Kabupaten Ciamis, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu...

Keributan Suporter Warnai Laga PSGC Vs PSIS, Polisi Kawal Bus hingga Keluar Ciamis

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Pertandingan PSGC Ciamis melawan PSIS Semarang pada pekan keenam Liga 2 Indonesia 2026/2027 di Stadion Galuh, Kabupaten Ciamis, Sabtu (17/10/2026) malam,...

PSIS Semarang Gagal Bawa Pulang Tiga Poin dari Kandang PSGC, Finishing Jadi Sorotan

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- PSIS Semarang gagal membawa pulang tiga poin saat bertandang ke markas PSGC Ciamis dalam lanjutan pekan keenam Liga 2 Indonesia 2026/2027....

Ditahan PSIS di Kandang, PSGC Ciamis Evaluasi Passing dan Pertahanan

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- PSGC Ciamis harus puas meraih satu poin setelah bermain imbang tanpa gol melawan PSIS Semarang pada pekan keenam Liga 2 Indonesia...

Terbaru