Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Upaya meningkatkan daya saing pelaku usaha kecil terus dilakukan di Kabupaten Ciamis. Salah satunya melalui pelatihan strategi branding digital bagi UMKM pengrajin pandai besi yang digelar Pemerintah Desa Baregbeg bekerja sama dengan Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kabupaten Ciamis.
Pelatihan tersebut berlangsung di Dusun Ciwahanan RW 07 Blok Kampung Dokdam, Desa Baregbeg, Kecamatan Baregbeg, dan diikuti puluhan pengrajin pandai besi dari lingkungan Kampung Dokdak dan sekitarnya. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas usaha para perajin agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar yang kian kompetitif, terutama di era digital.
Perwakilan Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kabupaten Ciamis, Kartika Dewi, menilai masih banyak UMKM yang menitikberatkan perhatian pada produksi dan legalitas usaha, namun belum serius membangun identitas merek. Padahal, di era saat ini konsumen tidak hanya melihat kualitas produk, tetapi juga cerita dan keunikan di baliknya.
Menurut Kartika, storytelling dan konsistensi karakter produk menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan pasar. Produk yang memiliki ciri khas dan kisah kuat akan lebih mudah diingat konsumen, sehingga berpeluang menciptakan pembelian ulang.
Ia juga menyoroti lemahnya personal branding di kalangan UMKM, termasuk pengrajin pandai besi. Banyak produk diminati pasar, namun pembelinya tidak mengenal siapa pembuatnya. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan yang harus segera diatasi agar UMKM memiliki posisi tawar yang lebih kuat.
Selain branding, Kartika menyebut kendala UMKM tidak selalu berkaitan dengan permodalan. Legalitas, administrasi, serta kesiapan usaha agar layak memperoleh pembiayaan masih menjadi pekerjaan rumah bagi banyak pelaku usaha. Karena itu, pihaknya berupaya mendorong UMKM agar memenuhi kriteria bankable sehingga dapat direkomendasikan mengakses pembiayaan formal.
Sementara itu, Kepala Desa Baregbeg, Owoy, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut dibiayai melalui alokasi Dana Desa tahap II tahun 2025. Pemerintah desa, kata dia, berkomitmen mendampingi UMKM secara berkelanjutan, tidak hanya melalui dukungan permodalan.
“Kami tidak sekadar menyalurkan kredit, tetapi juga melakukan pembinaan agar kapasitas UMKM meningkat,” ujar Owoy.
Ia menambahkan, pendampingan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan dinas terkait, melalui bimbingan teknis, program pemberdayaan, serta kegiatan bersama komunitas UMKM. Pemerintah desa berharap para pengrajin pandai besi di Baregbeg dapat naik kelas, memperluas pasar, dan meningkatkan kesejahteraan melalui usaha yang semakin berkembang. (Andra/CN/Djavatoday)

