Ciamis (Djavatoday.com),- Kekayaan kesenian tradisional Kabupaten Ciamis semakin terancam oleh perubahan zaman. Minimnya ruang pertunjukan serta kurangnya regenerasi membuat banyak seni tradisi perlahan menghilang. Menyikapi hal ini, para praktisi seni di Ciamis berinisiatif mendorong pembentukan Dewan Kesenian sebagai wadah pelestarian.
Sejumlah seniman menyambangi kantor Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Ciamis untuk menyampaikan aspirasi mereka. Didon, salah satu praktisi seni, mengungkapkan keprihatinannya terhadap makin jarangnya pertunjukan seni tradisional seperti sajak dan wayang.
“Sekarang hampir tidak ada lagi acara yang menampilkan kesenian tradisional. Ini menjadi kekhawatiran kami, sehingga muncul gagasan untuk membentuk Dewan Kesenian di Ciamis,” ujarnya, Sabtu (1/2/2025).
Menurutnya, seni tradisional terancam punah karena jarang dipentaskan, tidak ada regenerasi, serta kurangnya wadah yang menaungi para seniman. Jika dibiarkan, warisan budaya ini bisa benar-benar hilang.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Disbudpora Ciamis, Ega Anggara Al Kautsar, menyatakan saat ini masih dalam tahap menyamakan persepsi dengan para pelaku seni terkait pembentukan Dewan Kesenian.
“Ciamis memiliki banyak seni tradisi yang perlu dijaga. Dewan Kesenian nantinya akan berperan sebagai forum silaturahmi sekaligus bertugas menginventarisasi dan melestarikan seni tradisional serta modern di Ciamis,” jelasnya.
Ega menambahkan, revitalisasi seni tradisi menjadi langkah penting mengingat banyak di antaranya yang tidak memiliki pewaris. Beberapa kesenian seperti sisinglay dan beluk bahkan sudah punah, sementara Ronggeng Gunung juga berada di ambang kepunahan.
Meski demikian, beberapa kesenian buhun seperti godang buhun, ginjring ronyok, dan gembyung masih bertahan, meski hanya dipentaskan dalam acara tradisi tahunan.
“Dorongan dari para seniman ini sangat penting. Kami berharap upaya ini bisa menjaga dan mewariskan seni tradisi Ciamis kepada generasi mendatang,” pungkas Ega. (Ayu/CN/Djavatoday)

