Mitos Larangan Wayang di Dusun Cariu Ciamis, Kisah Turun-Temurun yang Masih Diyakini Warga

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Di balik keindahan alam dan kehidupan masyarakat pedesaan di Kabupaten Ciamis, tersimpan beragam cerita rakyat yang masih hidup hingga sekarang. Sebagian menjadi legenda, sebagian lagi berkembang menjadi mitos yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Salah satu kisah yang masih dipercaya masyarakat berasal dari Dusun Cariu, Desa Sukadana, Kecamatan Sukadana. Hingga kini, warga setempat meyakini ada larangan menggelar pertunjukan wayang di wilayah tersebut. Larangan itu bukan sekadar cerita lama, tetapi masih dihormati oleh masyarakat karena diyakini berkaitan dengan keselamatan kampung.

Konon, siapa pun yang nekat mengadakan pertunjukan wayang akan mendapat musibah. Mulai dari bencana alam, gagal panen, hingga adanya warga yang meninggal dunia. Kepercayaan itulah yang membuat tradisi pementasan wayang tidak pernah digelar di Dusun Cariu.

Berawal dari Kisah Prabu Sirnaraja

Pegiat sejarah dan budaya dari Komunitas Cakra Mangsa Ciamis, Ahmad Rizki Fauzi, mengatakan ada dua versi cerita yang berkembang di tengah masyarakat mengenai asal-usul larangan tersebut.

Versi pertama berkisah tentang Prabu Sirnaraja, Raja Kerajaan Samida yang diyakini merupakan putra Prabu Siliwangi dari Dewi Nawangsih. Saat berburu di kawasan Cariu, sang raja mendapat sambutan hangat dari warga melalui pertunjukan pantun yang dikemas dalam bentuk lakon atau sandiwara.

Namun di tengah pertunjukan, cuaca mendadak berubah drastis. Hujan deras, angin kencang, petir, dan suasana gelap disebut terjadi secara tiba-tiba hingga membuat acara terhenti.

“Di tengah pertunjukan pantun, tiba-tiba datang hujan angin, gelap gulita, lalu petir menyambar,” ujar Fauzi.

Peristiwa itu kemudian dipercaya membuat Prabu Sirnaraja mengucapkan supata atau sumpah. Sejak saat itu, wilayah Cariu disebut dilarang menggelar pertunjukan pantun maupun berbagai bentuk pertunjukan yang menggunakan lakon atau drama.

“Larangan itu kemudian dimaknai sebagai larangan menggelar pertunjukan yang bersifat lalakon, termasuk wayang,” jelasnya.

Versi Lain Berkaitan dengan Tokoh Wayang

Selain cerita tersebut, masyarakat juga mengenal versi lain yang tak kalah menarik.

Dalam kisah itu disebutkan Prabu Sirnaraja memiliki kondisi tangan yang bengkok atau dalam istilah Sunda disebut kengkong. Setelah berobat ke wilayah Rancah, tangannya dipercaya kembali sembuh.

Karena pengalaman itu, masyarakat meyakini sang raja tidak menghendaki adanya pertunjukan wayang yang menghadirkan tokoh bertangan bengkok, seperti tokoh Dorna. Dari situlah larangan menggelar wayang dipercaya bermula.

“Kalau ada tokoh wayang yang tangannya bengkok, dikhawatirkan akan menyinggung sang prabu. Karena itu wayang tidak boleh dipentaskan di wilayah Cariu,” kata Fauzi.

Sebagai pengganti hiburan masyarakat, menurut cerita yang berkembang, Prabu Sirnaraja justru memperkenalkan kesenian ronggeng. Hingga kini, kesenian tersebut masih kerap tampil dalam berbagai acara masyarakat setempat.

Fauzi menjelaskan, keyakinan masyarakat terhadap larangan tersebut semakin menguat setelah muncul berbagai cerita yang dianggap sebagai bukti.

Menurut penuturan warga, pada masa lalu pernah ada pihak yang tetap menggelar pertunjukan wayang. Namun setelah acara berlangsung, terjadi sejumlah peristiwa yang dianggap sebagai pertanda buruk.

“Ada cerita genset meledak saat pertunjukan, kemudian keesokan harinya ada anggota keluarga penyelenggara yang meninggal dunia. Sejak saat itu masyarakat semakin yakin terhadap larangan tersebut,” ungkapnya.

Meski belum dapat dibuktikan secara ilmiah, kisah tersebut terus hidup sebagai bagian dari tradisi lisan masyarakat Dusun Cariu. Hingga sekarang, tidak ada warga yang berani menggelar pertunjukan wayang di wilayah itu.

Bagi masyarakat setempat, larangan tersebut bukan sekadar mitos, melainkan warisan budaya yang dihormati sebagai bentuk penghargaan terhadap sejarah, leluhur, dan nilai-nilai yang telah dijaga selama bertahun-tahun. (Ayu/CN/Djavatoday)

PSGC Ciamis Tumbang 1-2 dari PSMS Medan, Herkis Akui Ketangguhan Lawan

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- PSGC Ciamis gagal meraih poin saat menjamu PSMS Medan pada pekan kedelapan Grup A Liga 2 Indonesia 2026/2027. Bermain di Stadion...

PSGC Ciamis Tumbang 1-2 dari PSMS Medan di Stadion Galuh

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- PSGC Ciamis kembali gagal meraih hasil maksimal di kandang sendiri. Menjamu PSMS Medan pada pekan kedelapan Grup A Liga 2 Indonesia...

Babak Pertama: PSGC Ciamis Tertinggal 0-2 dari PSMS Medan, Phillerson Borong Gol

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- PSGC Ciamis untuk sementara tertinggal dua gol dari PSMS Medan pada babak pertama pertandingan pekan kedelapan Grup A Pegadaian Championship 2026/2027...

Ganjar Jadi Starter, Darrell Ang Debut Bersama PSGC Ciamis Lawan PSMS Medan

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- PSGC Ciamis melakukan sejumlah perubahan komposisi pemain saat menjamu PSMS Medan dalam pertandingan pekan kedelapan Grup A Pegadaian Championship 2026/2027 di...

Terbaru