Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Suasana teduh di kawasan Situs Ciung Wanara, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, terasa sedikit berbeda pada Minggu (5/10/2025) pagi. Puluhan orang terlihat sibuk menanam bibit pohon durian di area situs yang dikenal sarat sejarah itu. Penanaman tersebut merupakan bagian dari aksi konservasi alam yang digagas oleh Dewan Kebudayaan dan Kabuyutan Ciamis, bekerja sama dengan pengusaha Durian Kujang dan personel Brimob Polda Jawa Barat.
Selain menanam pohon, para peserta juga melakukan pembersihan sampah di sepanjang aliran Sungai Purba, yang melintasi kawasan situs.
Ketua Dewan Kebudayaan Ciamis, Yat Rospia Brata, mengatakan penanaman pohon di Situs Ciung Wanara bukan hanya bentuk kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga langkah nyata dalam merawat warisan budaya dan sejarah daerah.
“Alhamdulillah, hari ini kami bersama rekan-rekan telah menanam bibit pohon di kawasan Situs Ciung Wanara Karangkamulyan. Ini bukan sekadar kegiatan simbolis, tapi wujud komitmen kami menjaga kelestarian alam sekaligus situs sejarah kebanggaan Ciamis,” ujar Yat Rospia.
Menurutnya, bibit yang ditanam bukan sembarang pohon. Jenis durian istimewa asal Kujang dipilih karena dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat sekitar.
“Kalau nanti pohon ini sudah berbuah, hasilnya bisa dinikmati warga di sekitar situs. Bahkan pengusaha yang memberikan bibitnya pun siap membeli kembali hasil panennya. Jadi manfaatnya ganda — lingkungan terjaga, ekonomi warga pun tumbuh,” jelasnya.
Yat Rospia menambahkan, kegiatan serupa tak akan berhenti di satu lokasi saja. Pihaknya berencana menanam bibit pohon di berbagai situs dan kabuyutan yang tersebar di Kabupaten Ciamis.
“Mudah-mudahan rencana ini berjalan lancar. Kami ingin semua situs di Ciamis bukan hanya lestari secara budaya, tapi juga produktif bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Aksi penanaman pohon di kawasan situs ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara pecinta budaya, pelaku usaha, dan aparat kepolisian dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian alam, sejarah, dan kesejahteraan masyarakat lokal. (Ayu/CN/Djavatoday)

