Keindahan Tersembunyi Curug Panganten Ciamis yang Kini Ditutup Sementara

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Curug Panganten, salah satu destinasi wisata alam yang berada di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, saat ini ditutup sementara menyusul insiden tragis yang merenggut nyawa seorang wisatawan asal Tasikmalaya. Meski demikian, curug yang berada di kaki Gunung Sawal ini tetap menyimpan keindahan yang tak terbantahkan.

Curug Panganten terletak di Dusun Cukang Uncal, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sadananya. Air terjun ini berada di titik pertemuan dua aliran sungai, yakni Sungai Cipanyeuseuhan dan Cileueur—hal inilah yang melatarbelakangi nama “Curug Panganten”, yang berarti air terjun pengantin.

Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 10 meter dengan aliran air yang jernih berwarna kebiruan. Sumber airnya berasal langsung dari mata air pegunungan, memberikan sensasi kesegaran alami. Sekelilingnya diselimuti panorama hijau dari alam Gunung Sawal dan hamparan sawah yang menyejukkan pandangan. Tak heran jika tempat ini kerap menjadi lokasi favorit untuk melepas penat dan bersantai.

Curug Panganten banyak dikunjungi wisatawan, terutama di akhir pekan. Komunitas-komunitas pecinta alam sering memanfaatkan lokasi ini untuk berbagai aktivitas seperti body rafting dan permainan air lainnya. Namun, kegiatan tersebut membutuhkan pengawasan dan perlengkapan keselamatan yang memadai.

Sejak insiden tenggelamnya pengunjung pada Minggu, 6 April 2025, suasana di Curug Panganten yang ditutup berubah drastis. Area yang biasanya ramai kini tampak sepi. Warung-warung yang menjajakan makanan ringan tutup, dan parkiran yang biasa dipenuhi kendaraan kini lengang.

Papan peringatan telah dipasang oleh pihak pengelola, mengimbau pengunjung untuk selalu mengenakan pelampung, khususnya bagi yang tidak mahir berenang. Sayangnya, imbauan tersebut sering diabaikan sehingga menyebabkan insiden seperti ini kembali terjadi. Kejadian serupa pun pernah terjadi sebelumnya pada tahun 2021.

Kepala Desa Tanjungsari, Maman Supriatman, telah mengeluarkan surat keputusan resmi terkait penutupan sementara Curug Panganten. Ia menyatakan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk evaluasi dan pembenahan sistem pengelolaan wisata.

“Penutupan berlaku mulai Minggu kemarin sampai waktu yang belum ditentukan. Sementara yang masih dibuka hanyalah destinasi Leuwi Pamipiran,” ujarnya pada Kamis, 10 April 2025.

Lebih lanjut, Maman menyebutkan bahwa pemerintah desa akan membentuk kepengurusan baru bersama masyarakat dan komunitas terkait demi peningkatan keselamatan dan tata kelola destinasi wisata tersebut. (Ayu/CN/Djavatoday)

Polres Ciamis Tingkatkan Patroli KRYD, Sasar Premanisme hingga Geng Motor

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Jajaran Polres Ciamis menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada Minggu dini hari (12/04/2026) untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat...

Antusias Warga Ciamis Ikuti Pelatihan Eco Enzim, Ubah Limbah Jadi Berkah

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Pagi itu, suasana di Bank Sampah Ciamis tampak berbeda dari biasanya. Sejumlah warga berkumpul sejak awal kegiatan, membawa rasa ingin tahu...

Identitas Mayat di Sungai Citanduy Terungkap, Warga Tasikmalaya

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Identitas mayat yang ditemukan mengambang di Sungai Citanduy, tepatnya di kawasan Leuwi Dukuh, Kelurahan Benteng, Kecamatan Ciamis, akhirnya terungkap. Korban diketahui...

Ratusan Penggemar Kenang Nike Ardilla di Ciamis, Ziarah dan Aksi Sosial Warnai Haul ke-31

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Suasana di area pemakaman Nike Ardilla di Desa Imbanagara, Kecamatan Ciamis, berubah sejak Minggu (12/4/2026) pagi. Lokasi yang biasanya tenang mendadak...

Terbaru