Hujan Dua Hari, Longsor Ancam Jalan Kabupaten di Gunungsari Ciamis

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Hujan yang mengguyur Kabupaten Ciamis selama dua hari terakhir setelah berbulan-bulan dilanda kemarau mulai memicu bencana tanah longsor. Di Desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya, dua titik longsor dilaporkan terjadi, salah satunya mengancam jalan kabupaten yang menjadi akses utama warga menuju sejumlah wilayah.

Longsor tersebut terjadi di sekitar kandang ayam milik warga dan bahu jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Gunungsari dengan Dusun Cikatomas dan Dusun Cilopadang. Meski kendaraan masih bisa melintas, kondisi tebing di sekitar jalan dinilai rawan mengalami longsor susulan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ciamis telah menerima laporan kejadian tersebut. Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Ani Supiani mengatakan, longsor dipicu tingginya curah hujan yang menyebabkan peningkatan volume air di kawasan persawahan hingga membuat kondisi tanah menjadi labil.

“Curah hujan yang tinggi mengakibatkan volume air di area persawahan meningkat hingga memicu longsor yang menimpa kandang ayam milik warga. Selain itu, longsor juga terjadi di bahu jalan kabupaten,” kata Ani, Selasa (27/10/2026).

Longsor pertama terjadi di RT 002/RW 001 dan menimpa kandang ayam milik Ari Triazi. Material tanah yang ambrol memiliki panjang sekitar 6 meter dan tinggi 3 meter.

Sementara itu, longsor kedua terjadi di bahu jalan kabupaten, tepatnya di RT 006/RW 002. Tebing dengan ketinggian sekitar 30 meter mengalami longsor sepanjang 8 meter. Kondisi ini mengancam badan jalan yang menjadi jalur penting bagi aktivitas masyarakat setempat.

BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam dua kejadian tersebut. Penanganan sementara telah dilakukan terhadap longsor yang menimpa kandang ayam. Adapun bagian tebing jalan yang terdampak ditutup menggunakan terpal untuk mengurangi masuknya air hujan ke area tanah yang rawan.

Ani menyebut lokasi longsor di bahu jalan kabupaten tersebut bukan pertama kali mengalami kejadian serupa. Longsor di kawasan itu sebelumnya pernah terjadi pada 26 April 2024.

Memasuki musim penghujan, Ani mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, genangan air, angin kencang hingga tanah longsor.

“Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi,” ujarnya.

Ia juga mengimbau warga menjaga kebersihan lingkungan, memastikan saluran drainase tidak tersumbat, serta tidak membuang sampah ke sungai. Masyarakat diminta memeriksa kondisi rumah, memangkas ranting pohon yang rapuh, dan memastikan instalasi listrik tetap aman saat cuaca ekstrem.

Selain itu, warga diharapkan mengikuti informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini dari BMKG serta menyiapkan nomor kontak darurat untuk mengantisipasi kondisi yang membutuhkan penanganan cepat.

Kepala Desa Gunungsari Eman Sulaeman membenarkan adanya dua titik longsor di wilayahnya. Menurut dia, longsor di bahu jalan kabupaten menjadi perhatian utama karena jalur tersebut merupakan akses penting bagi warga Dusun Cikatomas dan Dusun Cilopadang.

Eman mengatakan, kondisi tebing di sekitar jalan sebenarnya sudah mengkhawatirkan. Bahkan, longsor di kawasan tersebut disebutnya telah terjadi beberapa kali sebelum kejadian terbaru.

“Sebetulnya sudah lima kejadian. Hujan dua hari terakhir ini menjadi pemicu longsor berikutnya karena intensitas hujan mulai cukup tinggi. Kondisi tanahnya juga terdampak setelah kemarau panjang,” kata Eman.

Jalan tersebut juga menjadi jalur menuju kawasan wisata Alam Cadas Ngampar. Hingga saat ini, kendaraan masih dapat melintas karena telah dipasang rambu peringatan dan bagian tebing yang longsor ditutup terpal.

Meski demikian, Eman meminta pengguna jalan tidak mengabaikan kondisi tersebut. Menurutnya, tanah di sekitar tebing masih berisiko kembali ambrol jika diguyur hujan.

“Untuk sementara jalan masih bisa dilewati, tetapi kondisinya berbahaya. Kalau kembali terjadi longsor, dampaknya bisa semakin parah dan akses jalan berpotensi terputus,” ujarnya.

Kerawanan di lokasi itu juga berkaitan dengan keberadaan dua saluran irigasi yang mengapit jalan. Salah satu saluran tersebut mengairi lahan persawahan seluas sekitar 70 hektare sekaligus mendukung usaha perikanan masyarakat.

Eman menjelaskan, rembesan air dari saluran irigasi yang telah lama dibangun menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian. Terlebih, pemeliharaan infrastruktur tersebut dinilai belum dilakukan secara berkelanjutan.

“Jalan ini berada di antara saluran irigasi. Di satu sisi, airnya dibutuhkan untuk mengairi sawah dan menunjang perikanan. Namun, rembesan air juga perlu diperhatikan karena bisa memengaruhi kondisi tanah dan memperparah kerawanan longsor,” tuturnya.

Menurut Eman, ancaman longsor tidak hanya berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga keberlangsungan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan pemerintahan.

Jalur tersebut menjadi akses utama masyarakat menuju pusat pemerintahan desa, kecamatan, hingga Kabupaten Ciamis. Anak-anak sekolah dan warga yang menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari juga bergantung pada jalan tersebut.

“Jalan ini menjadi satu-satunya akses utama untuk kegiatan ekonomi masyarakat dan anak-anak pergi ke sekolah. Jalur ini juga digunakan warga untuk menuju kantor desa, kecamatan, dan kabupaten,” katanya.

Apabila jalan terputus akibat longsor susulan, warga masih memiliki jalur alternatif menuju wilayah Bendasari. Namun, jalur tersebut dinilai kurang ideal karena jaraknya cukup jauh untuk menunjang seluruh aktivitas masyarakat.

Eman memperkirakan, gangguan akses jalan berpotensi berdampak luas terhadap penduduk Desa Gunungsari yang berjumlah sekitar 3.400 jiwa. Warga Dusun Cikatomas dan Dusun Cilopadang menjadi kelompok yang paling dikhawatirkan terdampak apabila jalur utama tersebut tidak dapat dilalui.

Pemdes Berharap Ada Penanganan dari Pemerintah

Pemerintah Desa Gunungsari berharap pemerintah kabupaten dan instansi terkait segera memberikan perhatian terhadap kondisi jalan tersebut. Eman menilai, penanganan perlu dilakukan melalui kajian teknis dan dukungan anggaran yang memadai, mengingat kemampuan keuangan desa terbatas untuk membiayai pembangunan infrastruktur berskala besar.

“Kami berharap ada perhatian dan penanganan dari pemerintah. Jangan sampai hanya didokumentasikan, tetapi tidak ada tindak lanjut. Kondisi ini perlu ditangani karena menyangkut keselamatan warga dan akses utama masyarakat,” ucapnya.

Sambil menunggu penanganan lebih lanjut, Eman mengimbau pengendara agar mengurangi kecepatan saat melintasi kawasan longsor. Pengemudi kendaraan bertonase besar, terutama truk roda enam, diminta lebih berhati-hati ketika melewati jalur tersebut.

Menurutnya, jalan itu tidak bisa begitu saja ditutup karena masih menjadi akses penting bagi masyarakat. Namun, keselamatan pengguna jalan tetap harus menjadi pertimbangan utama, terlebih saat hujan kembali mengguyur kawasan tersebut.

“Kami mengimbau pengendara untuk pelan-pelan, terutama kendaraan roda enam dengan tonase besar. Jalan ini tidak bisa begitu saja ditutup karena menjadi akses penting bagi masyarakat. Namun, keselamatan pengguna jalan tetap harus diutamakan,” pungkas Eman. (Ayu/CN/Djavatoday)

KPU Ciamis dan Komisi II DPR RI Edukasi Pemilih Muda Hadapi Pemilu 2029

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ciamis bersama Komisi II DPR RI menggelar Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026 untuk meningkatkan literasi politik...

Kapolres Ciamis Edukasi Pelajar SMPN 2 Ciamis, Ingatkan Bahaya Bullying hingga Geng Motor

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Masa remaja menjadi periode penting dalam membentuk karakter dan menentukan arah masa depan. Karena itu, pelajar perlu dibekali pemahaman tentang pergaulan...

Panpel PSGC Ciamis Imbau Suporter PSMS Medan Tak Datang ke Stadion Galuh

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Panitia penyelenggara (Panpel) pertandingan PSGC Ciamis mengimbau suporter PSMS Medan untuk tidak hadir di Stadion Galuh Ciamis saat kedua tim bertemu...

PSGC Ciamis Kalah 1-2 dari Persiraja, Heri Kiswanto Siapkan Evaluasi

Berita Ciamis (Djavatoday.com)- PSGC Ciamis belum berhasil membawa pulang poin saat bertandang ke markas Persiraja Banda Aceh pada pekan ketujuh Liga 2 Indonesia 2026/2027....

Terbaru