Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menyebabkan sebuah pohon kelapa tumbang dan menimpa rumah warga di Desa Sukajadi, Jumat (2/1/2026) sore. Akibat kejadian tersebut, atap rumah dilaporkan jebol.
Anggota Tagana Kabupaten Ciamis, Baehaki Efendi, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB saat cuaca ekstrem melanda kawasan tersebut. Pohon kelapa dengan tinggi sekitar delapan meter roboh dan menimpa rumah milik warga.
“Pohon kelapa tumbang akibat hujan deras dan angin kencang, lalu menimpa rumah warga hingga menyebabkan kerusakan pada bagian atap,” ujar Baehaki, Sabtu (3/1/2026).
Kejadian tersebut berlangsung di Dusun Sukasari, RT 11 RW 003, Desa Sukajadi, Kecamatan Pamarican. Rumah yang terdampak diketahui milik Kosir (84), dengan jumlah penghuni satu kepala keluarga berisi tiga jiwa.
Baehaki memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Tidak ada korban jiwa. Namun rumah mengalami kerusakan dan kerugian ditaksir mencapai Rp5 juta,” katanya.
Pasca kejadian, tim gabungan langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Upaya yang dilakukan meliputi asesmen, pendataan, serta gotong royong membersihkan puing-puing bangunan dan material pohon yang menimpa rumah.
“Evakuasi material dilakukan secara bergotong royong oleh masyarakat, relawan Tagana, serta petugas Damkar Pos WMK Banjarsari,” jelas Baehaki.
Sejumlah unsur terlibat dalam penanganan kejadian ini, antara lain Pemerintah Kecamatan Pamarican, Pemerintah Desa Sukajadi, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Sukajadi, Tagana Kabupaten Ciamis, RAPI Lokal 08 Pamarican, Relawan Carka Sahitya, Galuh Scout Rescue, Karang Taruna Rescue, petugas Damkar, serta masyarakat setempat.
Baehaki mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan deras disertai angin kencang, dengan memperhatikan kondisi pepohonan di sekitar rumah. “Jika ada pohon yang berpotensi tumbang, sebaiknya segera dilaporkan agar dapat ditangani sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar,” pungkasnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

