Rabu, Oktober 27, 2021

Harga Telur Anjlok, Gopan Sampaikan Solusi Dihadapan Presiden

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo, untuk mengatasi persoalan harga telur yang anjlok.

Ketua Gopan Heri Dermawan menuturkan pihaknya menyampaikan kepada presiden terkait masalah jagung yang langka. Meski Mentan menyebut jagung surprlus 2 juta ton.

Baca juga:

“Kenyataannya sulit mendapatkan jagung dan mahal. Saya percaya data dari Mentan, jadi saya meminta agar ada tim Investigasi. Pak Presiden langsung merespon dengan memerintahkan Kapolri untuk mengurusnya,” ujar Heri Dermawan, Ciamis, Kamis (15/10/2021).

Selanjutnya, terkait dengan budidaya ayam potong yang kurang sehat, baik peternak kecil maupun raksasa sama-sama menjual ke pasar becek. Padahal itu tidak benar, yang asa peternak kecil tidak akan menang.

“Pak Presiden pun langsung merespon untuk memperbaiki budidaya pola seperti itu,” terangnya.

Selain itu, agar harga telur tidak anjlok, Gopan pun mencoba memasukan komoditas telur dan ayam jadi komoditas program BPNT. Respon masyarakat pun sangar bagus.

“Jadi untuk menolong peternak meminta agar telur dan ayam masuk ke BPNT. Selain itu juga untuk menambah gizi masyarakat dan membantu mengatasi Stunting. Presiden pun langsung akan menghubungi Menteri Sosial,” ungkapnya.

Gopan pun meminta agar ada cadangan jagung nasional sebanyak 500 ribu ton. Presiden pun langsung instruksikan Mentan untuk mengurusnya.

“Hasil pertemuan itu, setelah sebulan berlalu yang berubah hanya harga jagung dari Rp 6.200 menjadi Rp 5.600. namun tidak diikuti penurunan harga pakan dari pabrik,” ungkapnya.

Heri menyebut harga telur masih anjlok, belum mencapai harga pokok produksi dan harga ayam masih stagnan.

“Presiden sudah memberikan Goodwill sudah bagus. Tapi belum bisa dilaksanakan oleh pembantunya,” pungkasnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

ARTIKEL TERKAIT

BERITA TERBARU