Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Senja baru saja turun di Dusun Sukamukti, Desa Madanglayang, Kecamatan Panumbangan, Jumat (16/1/2026). Saat azan magrib berkumandang dan warga bergegas menuju masjid, kepulan asap tiba-tiba terlihat membumbung dari sebuah rumah warga. Api perlahan menjalar dari bagian dapur, memecah ketenangan waktu ibadah.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.45 WIB. Beberapa warga yang melihat kobaran api langsung berteriak meminta pertolongan. Dalam hitungan menit, suasana berubah panik. Ember, gayung, dan alat seadanya menjadi andalan warga untuk menjinakkan api agar tidak merembet ke bangunan lain.
Tak lama setelah mendapat laporan, personel Polsek Panumbangan Polres Ciamis segera mendatangi lokasi. Kehadiran polisi difokuskan untuk mengamankan area sekitar rumah yang terbakar, sekaligus memastikan tidak ada korban maupun gangguan lanjutan di tengah kerumunan warga.
Kapolres Ciamis AKBP H. Hidayatullah, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Panumbangan AKP M. Farkhan, menjelaskan bahwa kebakaran diduga dipicu kelalaian pemilik rumah. Saat itu, pemilik meninggalkan tungku dapur dalam kondisi menyala ketika hendak menunaikan salat magrib di masjid.
“Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali terlihat berasal dari bagian dapur yang sudah terbakar,” ungkap AKP M. Farkhan, Sabtu (17/1/2026).
Beruntung, kesigapan warga berhasil mencegah api membesar. Kobaran yang sempat melahap dapur akhirnya bisa dipadamkan sebelum menjalar ke bagian rumah lainnya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp20 juta.
Peristiwa ini menjadi pengingat betapa cepat api bisa mengancam keselamatan. Kapolsek Panumbangan pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang bersumber dari kelalaian sehari-hari.
“Pastikan kompor, tungku, atau sumber api lainnya dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah. Hal-hal kecil seperti ini sering menjadi pemicu kebakaran,” pesannya.
Di tengah aktivitas harian dan rutinitas ibadah, kejadian di Sukamukti menjadi pelajaran berharga: kewaspadaan adalah kunci untuk mencegah musibah datang tanpa aba-aba. (Ayu/CN/Djavatoday)

