Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis mulai melaksanakan program pemeriksaan kesehatan gratis bagi pelajar secara serentak. Program ini menargetkan 204.302 siswa dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.
Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Ciamis, Eni Rochaeni, mengatakan program ini telah berjalan sejak Juli 2025. Jumlah sekolah yang menjadi sasaran cukup besar, ada sekitar 900 sekolah tingkat SD, 169 SMP, dan lebih dari 200 SMA.
“Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap,” kata Eni saat monitoring dan evaluasi di SMPN 1 Ciamis, Selasa (5/8/2025).
Eni menjelaskan, tahap awal pemeriksaan difokuskan untuk siswa baru di kelas 1 SD, kelas 7 SMP, dan kelas 10 SMA. Setelah tahap ini selesai, pemeriksaan akan dilanjutkan untuk kelas lainnya.
Dari hasil monitoring awal, rata-rata kondisi kesehatan siswa di Ciamis dinyatakan normal. Namun, ditemukan adanya paparan nikotin pada sebagian siswa.
“Pemeriksaan nikotin menunjukkan ada siswa yang terpapar asap rokok. Bukan berarti mereka merokok, kemungkinan besar terpapar dari lingkungan rumah atau di angkutan umum. Di sekolah seharusnya aman karena sudah ada Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR),” jelas Eni.
Selain itu, ada pula temuan siswa yang mengalami gangguan penglihatan seperti mata minus. Seluruh hasil pemeriksaan akan direkap dan dilaporkan kepada sekolah serta Dinas Pendidikan untuk dilakukan intervensi.
“Jika ada siswa yang mengalami hipertensi atau anemia, akan ditangani secara berkelanjutan,” tambahnya.
Menurut Eni, program ini sejalan dengan arahan Presiden dalam upaya mempersiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.
“Kita ingin kesehatan anak terpantau sejak dini. Program ini juga mendukung visi Ciamis untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas,” tegasnya.
Kepala SMPN 1 Ciamis, Asep Surur Mulyadi, mengapresiasi kerja sama antara Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan sekolah dalam pelaksanaan program tersebut.
“Di SMPN 1 Ciamis, pemeriksaan dilakukan untuk 860 siswa secara bertahap. Pemeriksaannya meliputi tensi darah, mata, telinga, THT, mulut, kandungan nikotin, hemoglobin, tinggi badan, berat badan, dan lainnya,” ujar Asep.
Jika ditemukan masalah kesehatan, pihak sekolah akan berkoordinasi dengan orang tua siswa.
“Kami tidak bisa langsung memvonis anak merokok jika terdeteksi nikotin. Itu kami serahkan kepada tim medis, karena paparan bisa berasal dari rumah atau di perjalanan,” jelasnya.
Asep menambahkan, pihak sekolah juga menurunkan tim pendukung untuk membantu tenaga medis agar pemeriksaan berjalan lancar.
Melalui program ini, pemerintah berharap dapat memetakan kondisi kesehatan anak-anak di Ciamis.
“Anak yang sehat akan dipertahankan kesehatannya, sementara yang sakit akan dibantu sampai pulih. Ini adalah langkah penting untuk mencetak generasi yang lebih berkualitas,” pungkas Eni. (Ayu/CN/Djavatoday)

