Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis mengambil langkah cepat untuk memastikan dapur penyedia makanan, khususnya yang terlibat dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG), memenuhi standar higienis dan sanitasi. Dengan sistem jemput bola, Dinkes langsung turun ke lapangan memberikan pelatihan bagi para penjamah makanan atau tukang masak sebagai tahap awal untuk memperoleh Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS).
Kepala Dinkes Ciamis, dr. H. Rizali Sofiyan, MM, mengatakan pihaknya berkomitmen memfasilitasi pengelola dapur, baik yang melayani MBG, rumah makan, katering, hingga rumah sakit, agar segera memiliki SLHS.
“Penerbitan sertifikat memang menjadi kewenangan DPMPTSP, namun proses awal dimulai dari kami. Salah satunya melalui pelatihan bagi penjamah makanan agar mereka memahami standar higienis. Untuk itu, kami siap turun langsung ke dapur-dapur,” ujar Rizali, Kamis (2/10/2025).
Pelatihan tersebut mencakup edukasi kebersihan personal, teknik pengolahan makanan yang aman, hingga tata cara menjaga peralatan dapur agar terbebas dari risiko kontaminasi. Dinkes juga melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL), meliputi pengambilan sampel, uji usap pada peralatan masak, serta pengecekan luas dan tata kelola dapur.
“Dengan sumber daya yang ada, kami berkomitmen mendampingi pengelola. Bahkan hari ini, pelatihan sudah dimulai di dua dapur MBG, dan petugas kami yang datang langsung ke lokasi,” tambahnya.
Langkah jemput bola ini dinilai penting menyusul maraknya kasus dugaan keracunan makanan di sejumlah sekolah. Melalui pelatihan, Dinkes berharap pengelola dapur dapat segera menyesuaikan diri dengan standar kesehatan dan mempercepat proses penerbitan SLHS.
Sejauh ini, hanya beberapa instansi di Ciamis yang sudah mengantongi sertifikat laik higienis, di antaranya RSUD Ciamis, RSUD Kawali, Lapas Kelas II Ciamis, Samudera Catering, serta sejumlah rumah sakit swasta. Untuk dapur MBG sendiri, seluruhnya masih dalam tahap pengajuan.
“Program MBG ini punya tujuan mulia, yakni meningkatkan gizi anak sekolah untuk menyiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas. Karena itu, dapur sebagai penyedia makanan harus benar-benar memenuhi standar higienis,” tegas Rizali.
Dengan terobosan jemput bola ini, Dinkes Ciamis menegaskan komitmennya dalam menjaga kesehatan masyarakat, memastikan setiap dapur penyedia makanan aman, higienis, dan layak konsumsi. (Ayu/CN/Djavatoday)

