Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Objek wisata Curug Panganten yang terletak di Desa Tanjungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, resmi ditutup sementara sejak Minggu (6/4/2025). Penutupan ini dilakukan setelah insiden meninggalnya seorang wisatawan akibat tenggelam di lokasi tersebut pada Sabtu (5/4/2025).
Pengumuman penutupan disampaikan melalui akun Instagram resmi @curugpanganten. Dalam unggahan tersebut, pihak pengelola menyampaikan permohonan maaf dan mengumumkan bahwa Curug Panganten akan ditutup hingga waktu yang belum ditentukan.
Kepala Desa Tanjungsari, Maman Supriatman, membenarkan kebijakan tersebut. Ia telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Kepala Desa terkait penutupan sementara Curug Panganten.
“Mulai hari Minggu kemarin ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan. Penutupan hanya untuk Curug Panganten, sementara objek wisata lainnya seperti Leuwi Pamipiran tetap dibuka,” jelas Maman pada Selasa (8/4/2025).
Menurut Maman, penutupan ini tidak hanya dilakukan karena adanya korban jiwa, tetapi juga mempertimbangkan kondisi cuaca ekstrem dan meningkatnya volume air akibat curah hujan tinggi yang dinilai membahayakan keselamatan pengunjung.
“Selain sebagai bentuk empati terhadap kejadian kemarin, penutupan ini juga untuk mengevaluasi sistem pengelolaan wisata Curug Panganten, terutama dalam aspek keselamatan,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa penutupan bersifat sementara dan pihak desa bersama pengelola akan melakukan pembenahan menyeluruh, termasuk restrukturisasi kepengurusan. Pembukaan kembali Curug Panganten akan dilakukan jika semua aspek telah dinilai layak dan aman.
“Kami masih mengevaluasi kesiapan pengelolaan. Kalau semua sudah memungkinkan, insyaallah akan dibuka kembali,” ujarnya.
Sebelumnya, seorang remaja bernama Rifki Juliansyah (17), warga Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam saat berenang di Curug Panganten pada Sabtu (5/4/2025).
Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, membenarkan peristiwa tersebut.
“Korban dievakuasi oleh petugas penjaga Curug Panganten dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim Puskesmas. Korban diketahui sedang berlibur saat insiden terjadi,” ungkap Ani.
Penutupan sementara ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk perbaikan sistem pengelolaan dan pengawasan demi meningkatkan keselamatan pengunjung di masa mendatang. (Ayu/CN/Djavatoday)

