Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Setelah ditutup selama empat bulan akibat insiden tenggelamnya wisatawan, destinasi wisata Curug Panganten di Desa Tanjungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, resmi kembali dibuka. Keindahan air terjun yang terletak di kaki Gunung Sawal ini kini bisa dinikmati wisatawan dengan pengelolaan yang lebih baik dan sistem keamanan yang diperketat.
Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Ciamis, Dian Kusdiana, membenarkan bahwa Curug Panganten telah kembali dioperasikan. Menurutnya, banyak permintaan dari masyarakat agar objek wisata alam tersebut kembali dibuka.
“Kami menerima banyak aspirasi dari warga dan wisatawan yang berharap Curug Panganten bisa kembali dikunjungi. Namun pembukaan ini tentu dibarengi dengan evaluasi dan perbaikan sistem pengelolaan,” ujar Dian, Selasa (15/7/2025).
Sebelum kembali dibuka, Dinas Pariwisata memberikan arahan kepada pengelola terkait sejumlah prosedur penting. Di antaranya adalah penerapan tiket masuk berasuransi, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), serta penataan sistem mitigasi risiko.
Dian menegaskan bahwa Curug Panganten termasuk kategori destinasi berisiko tinggi. Oleh sebab itu, keberadaan pendamping atau petugas pengawas di titik-titik rawan, seperti area kolam dan aliran air deras, diwajibkan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Ini penting untuk antisipasi. Petugas pendamping harus ada di lokasi-lokasi yang dianggap rawan. Itu bagian dari SOP baru yang kami tekankan,” jelasnya.
Selain aspek keselamatan, kenyamanan pengunjung turut menjadi perhatian. Pengelola diminta menyediakan fasilitas penunjang seperti toilet bersih, musala, tempat istirahat, dan area parkir yang memadai.
Dian berharap dengan pembenahan ini, wisatawan akan merasa lebih aman dan nyaman selama berwisata ke Curug Panganten.
“Kami ingin pengalaman wisata ke Curug Panganten bukan hanya memukau dari sisi visual, tapi juga menyenangkan dan aman secara keseluruhan,” tambahnya.
Curug Panganten dikenal sebagai salah satu ikon wisata alam Ciamis. Daya tariknya terletak pada keindahan air terjun alami yang mengalir di tengah kawasan hutan yang masih asri, lengkap dengan udara sejuk khas pegunungan.
Dengan pengelolaan yang kini diperbarui, pemerintah berharap Curug Panganten bisa kembali menjadi destinasi favorit wisatawan, baik lokal maupun luar daerah, dengan standar keselamatan yang lebih optimal. (Ayu/CN/Djavatoday)

