Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Hujan deras disertai angin kencang melanda Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Rabu (5/11/2025) sore. Cuaca ekstrem itu mengakibatkan ratusan rumah warga dan sejumlah fasilitas umum di tiga desa mengalami kerusakan. Sejumlah pohon tumbang menutup akses jalan dan bahkan menimpa bangunan milik warga.
Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, membenarkan kejadian tersebut. Begitu menerima laporan, tim BPBD bersama unsur TNI, Polri, dan relawan langsung diterjunkan untuk melakukan penanganan cepat di lapangan.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi dampaknya cukup luas. Tiga desa di Kecamatan Sindangkasih mengalami kerusakan rumah dan fasilitas umum,” ujar Ani, Kamis (6/11/2025).
Data sementara BPBD mencatat, desa yang terdampak meliputi Desa Sindangkasih, Desa Gunungcupu, dan Desa Sukasenang.
- Desa Sindangkasih mencatat 75 rumah rusak, terdiri dari 7 rusak berat, 22 rusak sedang, dan 46 rusak ringan. Sejumlah fasilitas umum seperti Kantor Kecamatan Sindangkasih, MTsN 9 Ciamis, SMK Karya Nasional, dan Puskesmas Sindangkasih juga ikut terdampak.
- Desa Gunungcupu mengalami 62 rumah rusak. Dua fasilitas sosial, Madrasah An Nur dan sebuah mushola, ikut terkena dampaknya.
- Sementara di Desa Sukasenang, 32 rumah rusak dengan tambahan empat fasilitas umum yang terdampak, termasuk Madrasah Miftahul Ulum dan Bale Sawala Dusun Burujul.
“Beberapa sekolah dan puskesmas juga terkena dampak. Kami sudah berkoordinasi dengan aparat desa dan relawan untuk penanganan darurat,” kata Ani.
Akibat terjangan angin kencang, sembilan kepala keluarga atau 33 jiwa sempat mengungsi. Mereka berasal dari Desa Sindangkasih dan Gunungcupu. Namun, sebagian besar kini sudah kembali ke rumah masing-masing setelah situasi dinilai aman.
Di sisi lain, akses jalan nasional di depan Kantor Kecamatan Sindangkasih yang sempat tertutup pohon tumbang telah kembali dibuka. Pembersihan dilakukan secara bergotong royong oleh tim gabungan dari BPBD Ciamis, TNI, Polri, Damkar, Tagana, Sigab Persis, Baznas, Galuh Scout Rescue, dan relawan masyarakat.
Upaya gotong royong terus dilakukan, terutama untuk memperbaiki rumah-rumah warga di Desa Sukasenang yang rusak berat. Selain itu, BPBD juga menyalurkan bantuan logistik berupa paket sembako dan perlengkapan darurat kepada warga terdampak.
“Kami kini fokus pada evakuasi pohon tumbang yang belum dibersihkan dan membantu perbaikan rumah warga,” tutur Ani.
Ia menambahkan, cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Ciamis. BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap hujan lebat disertai angin kencang yang bisa datang sewaktu-waktu.
“Segera cari tempat aman bila cuaca mulai ekstrem, dan hindari berteduh di bawah pohon atau bangunan tua,” pungkasnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

