Berita Nasional, (Djavatoday.com) – Paviliun Wonderful Indonesia berhasil mengukir prestasi gemilang dalam ajang Seoul International Travel Fair (SITF) 2026 yang berlangsung pada 4–7 Juni 2026 di Korea Selatan.
Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menyabet penghargaan bergengsi “Best Booth Design” setelah bersaing ketat dengan 41 negara peserta lainnya.
Melalui pameran internasional yang menyedot lebih dari 400.000 pengunjung ini, promosi wisata unggulan Indonesia di Korea Selatan terbukti sukses mencuri perhatian publik dunia.
Keberhasilan luar biasa ini menjadi angin segar bagi kebangkitan industri pariwisata nasional di pasar Asia Timur. Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, memberikan keterangan resmi terkait pencapaian tersebut di Jakarta pada Senin (8/6/2026).
Menurut beliau, momentum ini sangat krusial untuk menggenjot ekspansi pasar global. Selain itu, penghargaan ini mempertegas bahwa daya tarik Nusantara tetap menjadi magnet utama bagi wisatawan mancanegara.
Tren Kunjungan Wisman Korea Selatan yang Terus Melejit
Pasar Korea Selatan saat ini menempati posisi yang sangat strategis bagi perkembangan ekonomi kreatif Indonesia. Berdasarkan data resmi, Negeri Gingseng kini tercatat sebagai penyumbang wisatawan mancanegara terbesar ketujuh bagi tanah air.
Oleh karena itu, kehadiran paviliun yang impresif di kota Seoul dirancang secara matang guna menangkap peluang emas tersebut.
Tren pertumbuhan kunjungan turis dari negara ini memang menunjukkan grafik yang sangat menggembirakan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2025 saja, angka kunjungan wisatawan Korea Selatan ke Indonesia berhasil menembus angka 496.862 kunjungan.
Jumlah tersebut mencerminkan lonjakan tajam sebesar 13,97 persen jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya.
Sementara itu, performa positif ini terus melaju konsisten hingga memasuki kuartal kedua tahun ini. Data terbaru pada April 2026 mencatatkan pertumbuhan kunjungan sebesar 16,75 persen secara bulanan.
Melalui partisipasi aktif dalam SITF 2026, pemerintah optimis bahwa target kunjungan tahun ini akan melampaui rekor-rekor sebelumnya.
Kampanye “Go Beyond Ordinary” Pikat Ratusan Ribu Pengunjung
Guna memaksimalkan potensi pasar yang masif ini, Kemenpar mengusung tema kampanye yang sangat visioner. Melalui kampanye “Go Beyond Ordinary”, pemerintah memfasilitasi delapan pelaku industri pariwisata terkemuka untuk berkolaborasi langsung di Seoul.
Para delegasi ini secara aktif menawarkan berbagai paket perjalanan eksklusif ke sejumlah destinasi super prioritas tanah air.
Beberapa kawasan yang dipromosikan secara intensif antara lain Batam, Bali, Lombok, Labuan Bajo, Flores, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Timur.
Pemerintah sengaja melakukan pemetaan khusus terhadap preferensi berlibur masyarakat lokal di sana. Selanjutnya, fokus promosi diarahkan pada jenis produk wisata unggulan Indonesia di Korea Selatan yang paling relevan dengan gaya hidup mereka.
Produk-produk premium yang disajikan meliputi wisata kebugaran (wellness tourism), wisata mewah (luxury tourism), wisata bahari (marine tourism), hingga wisata gastronomi.
Berdasarkan analisis pasar, wisatawan asal Korea Selatan kini cenderung mencari pengalaman liburan yang autentik sekaligus menenangkan jiwa.
Oleh sebab itu, kombinasi keindahan alam dan fasilitas relaksasi kelas dunia menjadi komoditas jualan yang paling laris selama pameran.
Pesona Paviliun Wonderful Indonesia dan Coffee Corner
Selama pameran berlangsung, Paviliun Wonderful Indonesia tidak pernah sepi dari serbuan pengunjung lokal maupun internasional.
Visual paviliun yang mengawinkan ornamen budaya tradisional dengan sentuhan modern modernisasi berhasil memukau dewan juri SITF 2026. Desain arsitektur yang kuat inilah yang menjadi alasan utama di balik penghargaan “Best Booth Design”.
Di sisi lain, terdapat satu titik keramaian yang menjadi pusat perhatian utama pengunjung di area pameran. Kehadiran Indonesia Coffee Corner terbukti sukses menjadi daya tarik yang sangat kuat dan interaktif.
Aktivasi kuliner ini menyajikan secara gratis beragam varian kopi khas Nusantara yang sudah mendunia, seperti Kopi Gayo, Kopi Toraja, dan Kopi Mandailing.
Melalui pengalaman sensorik ini, para pengunjung dapat mencicipi langsung kekayaan budaya dan cita rasa otentik bumi Indonesia.
Aroma kopi yang khas terbukti efektif menarik minat ribuan orang untuk singgah dan berinteraksi. Dampaknya, proses negosiasi bisnis di meja pameran berjalan dengan jauh lebih hangat dan produktif.
Potensi Transaksi Fantastis dan Dampak Ekonomi Nasional
SITF 2026 tidak hanya bergerak pada sektor penjualan langsung kepada konsumen atau consumer selling (B2C). Pameran ini juga menyediakan wadah strategis berupa travel mart (B2B) yang mempertemukan para pelaku industri kedua negara.
Hubungan kerja sama ini membuka ruang bagi agensi lokal untuk menjual paket wisata unggulan Indonesia di Korea Selatan secara lebih masif.
Dari seluruh rangkaian kegiatan produktif tersebut, delegasi Indonesia berhasil membawa pulang catatan angka yang sangat fantastis.
Perwakilan Kemenpar melansir bahwa Indonesia sukses mengantongi potensi kunjungan wisatawan (potential pax) sebanyak 4.970 orang. Kemudian, estimasi nilai transaksi dari potensi tersebut diproyeksikan mampu mencapai Rp144 miliar.
Menutup sesi wawancara, Ni Made Ayu Marthini kembali menegaskan pentingnya konsistensi dalam menjaga kualitas destinasi. Beliau percaya bahwa penghargaan internasional ini akan menaikkan nilai tawar pariwisata nasional di mata dunia.
Dengan demikian, promosi wisata unggulan Indonesia di Korea Selatan diharapkan dapat terus mendongkrak devisa negara dan menggerakkan ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan. (Red/Djavatoday)

