Berita Banjar (Djavatoday.com),- Persoalan anak tidak melanjutkan sekolah di Kota Banjar mendapat sorotan serius dari Wali Kota Banjar, Sudarsono. Dalam Konferensi Kota XXIII Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Banjar yang digelar di Aula Toserba Pajajaran, Rabu (2/7/2025), Sudarsono mengajak PGRI berperan aktif membantu pemerintah mengatasi persoalan tersebut.
Ia mengungkapkan, meski pemerintah telah menggulirkan program Wajib Belajar 12 Tahun secara gratis, masih ada sekitar 1.350 lulusan sekolah dasar di Kota Banjar yang belum jelas kelanjutan pendidikannya.
“Saya harap PGRI ikut berperan melacak dan memastikan anak-anak ini melanjutkan sekolah. Jangan sampai mereka terhenti pendidikannya hanya karena alasan ekonomi atau kurangnya informasi,” ujar Sudarsono.
Selain menjadi ajang silaturahmi, konferensi tersebut juga melahirkan kepengurusan baru. Encang Zaenal Muarif, guru SMAN 3 Banjar, resmi terpilih sebagai Ketua PGRI Kota Banjar periode 2025–2030, menggantikan Dadang Darul. Encang berhasil mengungguli kandidat lainnya, Ruhimat.
Dalam sambutannya usai terpilih, Encang menyatakan siap bersinergi dengan pemerintah dalam upaya menekan angka anak tidak sekolah. Menurutnya, persoalan ini tidak hanya soal biaya pendidikan, tetapi juga terkait kebutuhan hidup sehari-hari dan kurangnya pelaporan dari orang tua.
“Kami sudah memiliki program infak di sekolah, yang selama ini terbukti membantu siswa kurang mampu. Pola seperti ini bisa dikembangkan lebih luas untuk mengurangi angka anak putus sekolah,” jelasnya.
Encang juga menegaskan komitmen PGRI Banjar untuk menjadi mitra kritis dan independen bagi pemerintah daerah. Fokus utama organisasi ke depan adalah meningkatkan kualitas guru dan mutu pendidikan di Kota Banjar.
Menurutnya, sinergi antara PGRI dan pemerintah sangat penting untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik dan merata.
Mengusung tema “Transformasi PGRI Menuju Banjar Berdaya Bangun Masagi”, Encang berharap PGRI Banjar dapat menjadi motor penggerak dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, adil, dan berkarakter di Kota Banjar. (Diana/CN/Djavatoday)

