Rabu, Oktober 27, 2021

Efek Buruk Membentak Anak, Hati-Hati Bisa Sampai Depresi

Efek buruk membentak anak seringkali terjadi, tetapi mungkin sebagian dari Anda tidak menyadarinya. Membentak anak biasanya dilakukan oleh para orang tua karena kesalahpahaman yang dibuat sang anak. Baik bentakan itu disadari atau pun tidak disadari. Sebagian para orang tua mungkin meminta maaf setelahnya, tetapi sebagian lainnya hanya mengabaikannya.

Para orang tua mungkin menganggap sang anak baik-baik saja setelah dibentak karena merasa itu sudah “biasa'”. Namun, ketahuilah bahwa hal tersebut bisa menimbulkan efek buruk pada sang buah hati. Baik secara fisik maupun psikologis, bahkan tindakan pembentakan pada anak bisa mengubah karakternya. Hal ini sangatlah berbahaya karena sang anak bisa saja depresi.

Efek Buruk Membentak Anak

Baca juga:

Efek buruk membentak anak bisa membahayakan kondisi fisik dan psikis sang anak. Oleh karena itu, para orang tua harus mengetahui apa akibat dari tindakan membentak anak tersebut. Agar para orang tua menyadari betapa tidak dibaiknya perbuatan tersebut. Yuk, simak penjelasan mengenai efek buruk membentak anak berikut ini.

Menyebabkan Depresi

Membentak anak bisa menyebabkan efek buruk dalam jangka panjang. Hal ini diawali dengan perubahan perilaku pada anak ke arah yang buruk. Anak bisa saja melakukan tindakan yang bisa melukai atau merusak dirinya sendiri. Hal tersebut bisa berakhir depresi.

Menyebabkan Gangguan Kesehatan Fisik

Efek buruk membentak anak yang selanjutnya adalah terjadinya gangguan kesehatan fisik pada anak. Bentakan yang dilakukan orang tua merupakan suatu tekanan bagi sang anak. Gangguan kesehatan fisik pada anak akibat tekanan tersebut biasanya mengalami beberapa gejala. Seperti sakit kepala parah, radang sendi, masalah punggung dan leher, bahkan masalah kronis lainnya. 

Bentakan yang diterima anak juga bisa mengganggu perkembangan otaknya. Selain itu, suara bentakan tersebut bisa memengaruhi fungsi organ tubuh vital pada sang anak. 

Menyebabkan Gangguan Kesehatan Mental

Selain menyebabkan gangguan kesehatan secara fisik, membentak anak juga berakibat pada gangguan kesehatan mental sang anak. Teriakan-teriakan dan bentakan keras yang dilontarkan oleh orang tua akan makin menekan sang anak. Hal ini bisa menyebabkan sang anak kehilangan rasa percaya diri, kecemasan berlebih, kurang percaya pada orang tua, bahkan merasa kesepian. 

Kerasnya perlakuan yang diterima sang anak juga bisa menjadikan trauma masa kecil yang berakibat pada hal lainnya. Anak biasanya sulit mencoba hal-hal baru, menjadi sosok yang ragu-ragu, menjadi pribadi yang tertutup, dan cenderung apatis. Yang lebih parahnya adalah anak akan meniru tindakan orang tuanya yang suka membentak. Hal tersebut bisa membentuk mental anak yang egois, pemarah, temperamental, dan makin menentang orang tua.

Solusi Menghindari untuk Membentak Anak

Efek buruk membentak anak begitu membahayakan. Oleh karena itu, Anda para orang tua harus menghindarinya. Bagaimana caranya? Ada beberapa solusi yang bisa Anda lakukan seperti berikut ini.

Cobalah untuk menahan diri untuk tidak terpengaruh melontarkan bentakan pada anak. Jika ada rasa ingin membentaka anak, ingatlah bahwa anak adalah peniru ulung. Ia akan meniru perilaku orang tuanya yang membentak tersebut lengkap dengan kata-kata kasarnya. Ingatlah bahwa kepribadian anak di masa depan merupakan hasil dari masa kini. 

Jika Anda emosi kepada sang anak, cobalah mengubah posisi. Jika sedang berdiri, maka duduklah, berbaring, atau lebih baik berwudhu untuk meredam emosi. Tarik nafas dan pejamkan mata. Lalu, mulailah berbicara untuk menasihati anak dengan tutur kata yang baik dan menenangkan agar sang anak mengerti.

Ketahuilah bahwa sesungguhnya segala sesuatu bisa diselesaikan dengan ‘kepala dingin’. Ajak anak untuk berkomunikasi dengan baik. Membentak bukanlah cara terbaik untuk mengubah dan memperbaiki kesalahan sang anak. 

Itulah penjelasan mengenai efek buruk membentak anak dan cara untuk mengatasinya. Untuk para orang tua, mari sama-sama mengubah perilaku buruk pada anak. Agar anak pun dapat mengubah kebiasaan buruknya dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Ingatlah bahwa anak adalah peniru ulung, jadilah teladan yang baik untuknya.

(Rismawati/Djavatoday)

ARTIKEL TERKAIT

BERITA TERBARU